ayoo pasang request artikel kalian juga saran2 disini,ok?

hi mina-san…

ogenki desuka? ^_^ V
sekarang kalian bisa request artikel2 yang ingin kalian cari tahu agar kami bisa membahas nya.,,
dan guna kemajuan blog ini, kami juga mempersilahkan teman-teman sekalian jika ingin memberi saran atau kritik…,

terima kasih buat partisipasi dan perhatian kalian yaa..

salam hangat,
JAPAN SUKI’S CREW…

HUJAN KODOK TERJADI DI JEPANG!!!

Beberapa bulan yang lalu Juni 2009, jepang dikejutkan dengan adanya fenomena aneh yang terjadi saat turun hujan. Bukannya air yang turun melainkan hewan aneh yang berbentuk ikan seperti kodok. Hal ini terjadi dibeberapa kota dijepang diantaranya kota Taiwa, Nakanoto, Asahi dan Kuki.

Hewan ini memiliki panjang dengan diameter 5 cm berbentuk seperti ikan dan kodok, sejauh ini tidak ada yang dapat menjelaskan kenapa hal ini bisa terjadi. Beberapa orang menyebutkan ini merupakan fenomena langka yang pernah terjadi di Jepang dan mereka menyebutnya “binatang hujan” yang diakibatkan perubahan cuaca yang tidak menentu dinegara Sakura ini, badan metereologi jepang juga tidak dapat menjelaskan apa penyebab terjadinya hal tersebut.

CREATED BY: ratu neysa

HANDPHONE MASA DEPAN DARI JEPANG

hp masa depan?? secanggih apa yaaaa?
kalo penasaran langsung aja kita intip yuuck..! hehehhee

1. The Amoeba Phone

The Amoeba Phone from Kwak Yeon takes the prize from us, even though it didn’t take honors from the judges. The entire surface is touchscreen-operated and the shape of the handset is meant to fit perfectly to the user’s face. It’s beautiful, but again we think we’d have troubles finding it in the morning.

2.The Chamelephone

The Chamelephone from Hiroyuki Tabuchi is one of our favorites, but it definitely falls into the “futuristic” category rather than “practical.” It’s designed to mimic the color and texture of whatever surface it’s placed on. We can’t find our phones now – this would make it utterly hopeless.

3.The Fold-a-Phone

The Fold-a-Phone from designers Hanna Sahlen and Sachiko Munakata does just what the name implies: it folds up. It’s made of a super-thin material that allows it to be folded down to a small size to be carried in a pocket or purse.

bagaimana,kalo ponsel canggih ini uda keluar di pasaran pada minat beli ga nih?
hehehehee…

created by: ratu neysa

video laruku part.1

1.drivers high

2.seventh heaven

3.killing me

4.ready stedy GO!

5.stay away

6.honey

7.my heart draws a dream

8.jiyuu e no shoutai

9.hitomi no jyuunin

10.nexus 4

created by: ratu neysa

METAMORFOSIS LARUKU

haii… ketemu lagi ma gw neysa…
kali ini gw maw kasih tau ke kalian semua tentang metamorfosis band ternama dari jepang yaitu L’arc~En~Ciel alias laruku… hmm.. tentang personil-personil nya mulai dari bayi mpe pada ganteng2 kaya sekarang… hahahahaa.. (pendapat gw sih..) >o< V
seperti yg udah kita tau personil laruku itu ada hyde,ken,tetsu dan yukihiro.. semakin penasaran??
yuuk lasngsung ajaa kita liad..! hehehee….

1. SAAT MEREKA BAYI, *MENGGEMASKAN LOH!
~hyde

~tetsu

~ken

~yukihiro
*maavh gambar bayi yukihiro tidak ketemu… hehehee..

2. KETIKA MEREKA ANAK-ANAK
~hyde

~tetsu

~ken

~yukihiro

3. KETIKA REMAJA.. (keren nya mulai keliatan euy!)
~hyde

~tetsu

~ken

~yukihiro
*maavh gambar yukihiro remaja belum di temukan

4. KINI MEREKA SUDAH DEWASA

Natal dan Agama Masyarakat Jepang

Ini adalah lanjutan dari tulisan saya yang terakhir tentang natal di Jepang. Sama seperti berbagai negara di belahan dunia, Natal di Jepang juga sangat ditunggu-tunggu. Yang berbeda adalah, bagi orang Jepang, Natal bukanlah perayaan keagamaan. Mayoritas rakyat Jepang sendiri agamanya bisa dibilang “tidak jelas”. Mayoritas dari mereka, terutama kaum mudanya, tidak percaya hidup setelah mati. Lalu, kenapa Natal dirayakan oleh hampir semua rakyat Jepang?

Natal diperkenalkan di Jepang oleh para misionaris. Selama bertahun-tahun, yang merayakan Natal hanyalah orang-orang Jepang yang mengakui Yesus sebagai Juru Selamat. Namun begitu, kini suasana Natal di Jepang sangat meriah dan menyita perhatian hampir seluruh negeri. Tukar-menukar kado merupakan tradisi lama orang-orang Jepang. Toko-toko yang ada di Jepang memanfaatkan momen Natal untuk kepentingan komersial — sama dengan yang dilakukan toko-toko di negara-negara Barat. Selama beberapa minggu sebelum Natal, toko-toko di sana mengembar-gemborkan Natal. Toko-toko itu memajang pernak-pernik Natal dan hadiah yang cocok untuk pria, wanita, dan terutama anak-anak. Dengan jumlah satu persen penduduk yang beragama Kristen, sedikit sekali orang Jepang yang benar-benar memahami makna Natal.

Kisah bayi Yesus yang lahir di palungan memang menarik bagi gadis-gadis cilik di Jepang karena mereka memang menyukai segala sesuatu yang berkenaan dengan bayi. Saat Natal, banyak orang yang mengenal palungan untuk pertama kalinya karena biasanya bayi Jepang tidak tidur di palungan.

Banyak tradisi Barat dalam merayakan Natal yang diadopsi oleh orang Jepang. Memang sudah merupakan kebiasaan orang Jepang untuk mencari sesuatu yang menarik dari negara-negara Barat dan kemudian mengubahnya menjadi sesuatu yang kental dengan khas Jepang. Selain tukar-menukar kado, keluarga-keluarga Jepang juga makan kalkun pada hari Natal, dan bahkan ada pohon Natal di beberapa tempat umum. Mereka menghias rumah mereka dengan pohon cemara, dan puji-pujian Natal dikumandangkan dengan sukacita di beberapa rumah. Sering kali, sebuah ranting juga digantung di langit-langit rumah. Krans Natal digantung di depan pintu sebagai simbol keberuntungan.

Di Jepang, ada ‘tuhan’ atau pendeta yang disebut “Hoteiosho” – versi lain Sinterklas. Ia digambarkan sebagai pria tua baik hati yang memanggul tas besar. Beberapa rumor mengatakan bahwa ia mempunyai mata di bagian belakang kepalanya. Penting bagi anak-anak untuk bersikap baik saat tersiar kehadiran Hoteiosho. Tahun Baru merupakan hari raya terpenting dalam kalender Jepang.

Pada malam Tahun Baru, seluruh rumah dibersihkan dari atap sampai lantai bawah. Seluruh rumah dihiasi untuk menyambut hari itu. Saat segala sesuatu telah bersih dan rapi, seisi rumah memakai pakaian yang paling bagus, sering kali mereka memakai baju nasional Jepang — kimono. Kemudian, kepala keluarga berjalan mengelilingi rumah sambil diikuti seisi rumah untuk mengusir roh-roh jahat. Ia melempar buncis kering ke setiap sudut rumah agar roh-roh jahat keluar dari rumah dan keberuntungan masuk ke rumah. Seluruh keluarga pergi ke kuil Shinto, menepukkan kedua tangan mereka untuk menarik perhatian Tuhan mereka dan memohon peruntungan. Sering kali, kesialan-kesialannya dibakar, namun variasi kebiasaan itu tergantung pada kuil dan Tuhannya.

Sebelum kekristenan masuk ke negara yang sekarang disebut Amerika Serikat, kekristenan telah masuk ke negara Jepang. Agama Kristen pertama kali diperkenalkan di Jepang pada abad ke-16 oleh kaum Jesuit dan kemudian oleh para misionaris Fransiskan. Pada akhir abad itu, kira-kira ada 300.000 orang Jepang yang dibaptis.

Sayangnya, situasi yang menjanjikan itu mulai ditentang oleh kelompok misionaris lain dan intrik-intrik politik yang datang dari pemerintah Spanyol dan Portugis, serta partai-partai politik pemerintahan Jepang sendiri. Akibatnya, orang-orang Kristen ditindas.

Korban pertamanya adalah 6 biarawan Fransiskan dan 20 orang petobat yang disalib di Nagasaki pada 5 Februari 1597. Setelah adanya toleransi terhadap orang-orang Kristen yang hanya berlangsung selama beberapa waktu, banyak orang Kristen yang ditangkap, dipenjara, atau dianiaya dan dibunuh; dan gereja pun terpaksa bergerak di bawah tanah pada 1630. Meski begitu, saat Jepang kembali membuka diri kepada negara-negara Barat 250 tahun setelah peristiwa tersebut, ternyata komunitas Kristen Jepang masih bertahan di bawah tanah, tanpa pendeta dan Injil; mereka bertahan hanya dengan instruksi sederhana mengenai iman mereka, tetapi dengan iman yang teguh percaya bahwa Yesus adalah Juru Selamat mereka.

Gereja mulai bertumbuh lagi setelah Komodor Perry membuka negara Jepang dengan armadanya dari Amerika. Misionaris tumpah ruah ke Jepang.

Namun demikian, selama Perang Dunia II, oleh karena curiga dengan orang-orang Kristen dan orang-orang Barat, pemerintah Jepang menggiring orang-orang Kristen ke Nagasaki. Sungguh ironis, negara yang paling bertanggung jawab untuk menginjili orang-orang Jepang, malah menjatuhkan bom nuklir di Nagasaki dan membunuh banyak orang Kristen. Meski begitu, masih ada orang-orang Kristen yang berdedikasi di Jepang, dan gereja pun terus bertumbuh.

Orang Jepang juga menikah umumnya pakai Kristen, diberkati di gereja, tetapi meninggal umumnya secara Buddha dan dibakar diperabukan. Lalu Shinto bagian dari kebudayaan Jepang dan sejenis aliran kepercayaan, bukan agama.

Mengapa saat Natal, gereja di Jepang dipenuhi banyak orang Jepang? Satu kecenderungan menarik memang saat ini semakin banyak orang Jepang ke gereja meskipun mereka belum dipermandikan. Ada pula yang ikut-ikutan temannya ke gereja, pacarnya ke gereja, dan sebagainya.

posted by Alita Pradestia

Natal Bagi Pasangan Muda Jepang

Bagi banyak anak muda di kota besar di Jepang, peringatan Natal memiliki citra tersendiri. Bukan dirinya sebagai manusia, hari Natal itu sebagai saat mereka berkasih-kasihan, berkencan sampai bercinta. Pergi ke hotel, menginap semalam dan bercinta sebagai tanda cinta mereka satu sama lain. Inilah sebagian citra Natal, terutama di banyak kota besar di Jepang.

Mengapa demikian? Ada kemungkinan Natal menjadi titik tolak cinta mereka yang abadi tak akan dapat dilupakan sampai kapan pun oleh keduanya bahwa mereka bercinta habis saat peringatan Natal. Hanya mengetahui Natal, yang kata orang Kristen, sebagai hari lahir Yesus Kristus. Lalu siapa Yesus Kristus, tidak tahu lagi dan tak mau memikirkan lebih lanjut. Itulah pikiran banyak anak muda Jepang tersebut.

Bagi banyak manusia Jepang mungkin dapat kita sebut sebagai pikiran rasionalis, hanya percaya sesuai apa daya pikir yang ada dan tercakup di otak saja. Tidak mau mempersoalkan hal lain yang dianggap tak jelas. Apalagi kalau sudah soal agama, menurut mereka, merepotkan. Begitulah pola pikirnya.

Puncak perayaan Natal justru dianggap hura-hura, kesenangan karena adanya kelahiran seorang putra manusia “khusus” tanpa mengetahui arti “khusus” tersebut dan bagi banyak anak muda Jepang mereka mengintegrasikan pacarnya sebagai hal yang khusus pula. Karena itu bercinta supaya tetap selamanya diingat dilakukan pertama kali saat Natal, sebagai bukti curahan cinta tertingginya.

Memang tidak semua anak muda Jepang demikian. Namun, citra kuat seks di waktu Natal kenyataan tak bisa dilepaskan lagi saat ini dan hal itu terbukti dengan pasti penuh hotel di Jepang, khususnya di kota besar per tanggal 24 Desember malam. Pasang lilin supaya romantis, makan yang enak, pulang ke hotel dan bercinta. Keesokan harinya pulang ke rumah masing-masing dengan rasa kebahagiaan sebuah “upacara ritual pribadi” telah dilaksanakan dengan baik.

Wow.

Posted by Alita Pradestia

Yang Unik dari Jepang

Sepupu saya sudah 2 tahun ikut suaminya bekerja di Jepang. Pas ngobrol-ngobrol sama dia soal Jepang, kesan-kesannya dia soal Jepang adalah disiplin, modern, tapi tetap memegang teguh budayanya.
Dia juga cerita-cerita soal hal-hal unik di Jepang.

Katanya orang Jepang punya ekspresi yang seragam. kalau kaget pasti ngomongnya: eeeeeeeeeeee…….pokoknya gitu deh. Rada susah untuk mendeskripsikannya dalam tulisan. kokiers yang tinggal di Jepang pasti ngerti.

Terus nih ya, kalau lagi bingung ekspresinya kayak orang kepedesan, kadang sambil garuk-garuk kepala. Ekspresi kepedesan ini susah untuk dideskripsikan melalui tulisan.

Cewek-cewek Jepang juga kalau bawa tas biasanya banyak (lebih dari satu) cara bawanya adalah lengan ditekuk seperti huruf V dan tasnya digantung/diletakan ditekukan siku. Terus jalan deh dengan jari-jari kaki yang mengarah ke dalam. Jadi jempol sama jempol ketemu… tapi ya gak depet, kalo dempet jalannya susah dong .

Kalau musim panas, keluarlah payung-payung little missy yang berenda-renda. Ada juga sih yang gak berenda-renda. Pokoknya payung anti UV. Sekarang sudah mulai banyak yang pakai. Cewek-cewek Jepang umumnya takut jadi hitam. Sampai-sampai ada kaos tangan yang sampai siku panjangnya untuk ngelindungin tangan supaya nggak hitam kali yee. Teman-teman saya banyak yang udah pake payung ditambah pake topi dan kaos tangan juga. Sampe sepeda juga dipasang payung.

Hal unik yang menurut dia nyebelin di Jepang adalah: Cewek yang kalau ngomong pake “high pitch voice” (bahasa Indonesianya apa ya?). Semakin tinggi dan sengau katanya semakin imut. Kawaii sooooo…..dan ternyata gak cuma cewek aja, cowok juga ada yang begitu. OMG!!

Di toilet cewek biasanya ada tombol/sensor bunyi yang kalo dipencet/disentuh akan keluar bunyi seperti toilet lagi di flush. Jadi kalo lagi buang air jangan lupa pencet tombol bunyi tersebut….hehehe…

Orang Jepang kalau makan ramen ato udong suka diseruput. Semakin kenceng seruputannya semakin enak. Itu kata temen Jepang saya. Hhhhmmm…..padahal yang makan cewek-cewek cantik yang berpenampilan elegan.

Yah pokoknya di Jepang juga banyak orang-orang aneh deh.

posted by Alita Pradestia

Gunung Fuji

Gunung Fuji (富士山 Fuji-san?, IPA: [ɸɯʥisaɴ]) adalah gunung tertinggi di Jepang, terletak di perbatasan Prefektur Shizuoka dan Yamanashi, di sebelah barat Tokyo. Gunung Fuji terletak dekat pesisir Pasifik di pusat Honshu. Fuji dikelilingi oleh tiga kota yaitu Gotemba (timur), Fuji-Yoshida (utara) dan Fujinomiya (barat daya). Gunung setinggi 3.776 m ini sangat terkenal dan sering digambarkan dalam karya seni dan foto-foto, serta dikunjungi pendaki gunung maupun wisatawan.
Saking tingginya, puncak gunung Fuji yang diselimuti salju itu bisa dilihat dari Yokohama, Tokyo, bahkan sampe sejauh Chiba dan Saitama kalau cuacanya lagi cerah.

Menurut sejarah Jepang, gunung Fuji pertama kali didaki oleh biksu yang tak dikenal pada tahun 663, jauh sebelum kamu lahir. Sedangkan orang asing pertama yang mendakinya adalah Sir Rutherford Alcock dari Inggris pada September 1860.

Sebelum era Meiji, wanita dilarang untuk mendaki gunung Fuji karena puncaknya dianggap sangat sakral yang selalu digunakan sebagai tempat berdoa dan meditasi umat Shinto and Buddha.

Salah satu dari 3 gunung sakral (setelah gunung Tate dan gunung Haku) yang sangat dihormati oleh penduduk Jepang ini juga menjadi daya tarik utama wisatawan mancanegara dengan kedatangan 300,000 pendaki di tahun 2008. 30% di antaranya orang asing. Tenggat waktu yang paling populer bagi para pendaki adalah dari 1 Juli hingga 27 Agustus. Pendakian bisa memakan waktu dari 3 hingga 7 jam sementara penurunan gunung mencapai sekitar 2 hingga 5 jam.

Gunung Fuji dikelilingi oleh 5 danau (Kawaguchi, Yamanaka, Sai, Motosu, Shoji) dan hutan Aokigahara yang membalut kaki gunung Fuji. Semuanya kemudian menjadi bagian dari Taman Nasional Fuji-Hakone-Izu yang dilindungi oleh pemerintah Jepang.

Dari dulu tidak ada biaya apapun yang harus dibayar para pengunjung untuk mendaki gunung Fuji, tapi Shigeru Horiuchi, walikota Fuji-Yoshida di prefektur Yamanashi, berencana untuk menerapkan tarif antara 500 s/d 1,000 yen untuk memperbaiki, menambah dan menjaga kebersihan sarana-sarana yang ada.

Sampe sekarang gunung Fuji masih dianggap aktif, alias bisa meletus kapan aja (terakhir meletus pada tahun 1707). Ada satu kalimat terkenal di Jepang…

“Siapapun yang tidak mau mendaki gunung Fuji sekali adalah orang bodoh – tapi hanya orang bodoh yang mendakinya dua kali.”

Nah lho!

Posted by Alita Pradestia

Kobo Chan

Kobo-Chan adalah komik Jepang yang berceritakan tentang seorang anak berusia 5 tahun yang bernama Kobo Tabata, Kobo tinggal dirumah yang sederhana di Tokyo, Jepang, bersama kedua orangtuanya dan kakek-neneknya serta seorang pamannya. Kobo Chan merupakan komik yang cukup menjadi favorit baik di Indonesia maupun negara asalnya.

Cerita ini mengisahkan tentang kejadian sehari-hari yang terjadi pada Kobo dan keluarganya. Kobo Tabata adalah seorang anak kecil yang berusia lima tahun. Anaknya manis dan menggemaskan, namun terkadang-kadang nakal dan sifat ingin tahunya membuat keluarganya kelabakan.
Kobo punya sahabat bernama Satoshi, punya saingan bernama Akira dan punya cewek yang ditaksir pula, seorang gadis kecil yang cantik bernama Hanako. Ayah Kobo, Koji Tabata, adalah seorang pegawai menengah yang suka bermain golf dan sering menghadapi berbagai masalah di kantornya. Ibunya, Sanae Tabata, seorang ibu rumah tangga yang baik sekaligus penggemar ubi bakar. Selain orangtuanya, Kobo juga tinggal bersama kakeknya, Iwao Yamakawa, seorang kakek yang sangat keras namun sayang setengah mati pada cucunya, dan neneknya, Mine Yamakawa, yang selalu kerepotan menghadapi suaminya yang tukang perintah. Selain para manusia ini, rumah Kobo juga dihuni oleh seekor anjing yang gagah bernama Hero dan kucing yang biasa dipanggil Manis.
Paman kobo bernama Takeo, merupakan guru SMP yang sangat disenangi oleh murid-murid disekolahnya, diam-diam menyukain guru olahraga di sekolahnya yang bernama ibu hanada, paman takeo pun sangat senang mendaki gunung, bermain rugby, judo dan mahir menyusun barang-barang kedalam tasnya

Salut banget sama penulisnya yang bisa menuliskan humor dari kehidupan sehari-hari…gak cuma tentang kobonya aja, tentang kedua ortunya dan kakek neneknya juga tentang pamannya itu.

Memang, cerita ini sederhana. Setiap halaman diisi empat kotak adegan yang dirangkai jadi cerita pendek utuh mengenai kehidupan sehari-hari Kobo dan keluarganya. Saya suka banget baca komik ini. Kobo sebagai anak berusia lima tahun yang ceria dan betapa uniknya perangai setiap anggotanya — yang mungkin juga merupakan cerminan salah satu anggota keluarga kita. Hal-hal ini mengajarkan pada kita betapa keindahan hidup terdiri dari hal-hal sederhana yang kalau kita punya rasa humor untuk menghadapinya, akan mengisi hari-hari kita dengan senyum dan tawa. Saya juga belajar banyak mengenai kebudayaan Jepang yang sangat menarik, seperti perayaan-perayaan meriah yang menyenangkan, masakan yang lezat dan perubahan musim yang menarik.
Nah dari komik ini kita juga bisa mengintip dan belajar sedikit tentang budaya dan kebiasaan orang Jepang, soalnya ya itu tadi ceritanya emang tentang keseharian keluarga Jepang pada umumnya.

Asyiknya lagi ceritanya gak sambung menyambung, dibuat dengan sebuah tema kecil per satu halaman, kaya model komik Garfield gitu. Jadi kalau mo baca terserah aja mau darimana kek mau yang mana duluan…suka2 kita aja, makanya komik ini bisa dijadiin bacaan favorit kalau lagi di kamar mandi atau bwt dibawa pergi kemana2 bwt nemenin perjalanan yg ngebosenin….

posted by Alita Pradestia

« Older entries