Archive for japanese food

Okonomiyaki

Okonomiyaki adalah makanan Jepang berupa goreng tepung dengan kol ditambah isi, seperti daging sapi, kerang, cumi-cumi, atau udang yang diletakkan di bagian atas sesuai dengan selera.

Ini resep praktis okonomiyaki yang bisa dipraktekin sendiri di rumah. Bisa dimodifikasi sesuai selera 😀

Bahan:
• 120 gr terigu (tepung okonomiyaki atau tepung tempura kalau ada)
• 175 cc air atau dashi
• 200 gr kol
• 1 butir telur ayam
• daun bawang sesuai selera
• bahan isi: daging, udang, atau cumi-cumi (berat dan jumlah sesuai selera)
• saus okonomiyaki
• mayones
• katsuobushi
Cara membuat:
1. Encerkan tepung dengan air atau dashi yang dibuat dari katsuobushi dan kombu, aduk-aduk hingga rata, tapi jangan diaduk terlalu lama karena adonan bisa menjadi keras
2. Tambahkan telur ke dalam adonan
3. Campurkan irisan kol (lebar kira-kira 1 cm) ke dalam adonan, aduk sedemikian rupa agar udara masuk ke dalam campuran adonan agar hasil gorengan tidak keras
4. Tuang sedikit minyak ke atas penggorengan datar, tuangkan campuran kol dan tepung terigu dan bentuk bulatan dengan diameter sekitar 25 cm dan ketebalan 2,5 cm.
5. Hias dengan topping telur (atau telur mata sapi), daging, makanan laut dan sebagainya sesuai selera
6. Tunggu hingga bagian bawah adonan matang betul lalu balik dengan menggunakan dua buah sodet secara bersamaan seperti ketika penjual martabak membalik martabak. Kalau ada, kote (sodet untuk menggoreng okonomiyaki) bisa digunakan untuk membalik okonomiyaki. Bagian paling unik dari memasak okonomiyaki adalah sewaktu membalik okonomiyaki agar tidak patah berantakan.
7. Tunggu hingga daging matang dan kecilkan api
8. Olesi atau tuang dengan saus okonomiyaki sesuai selera
9. Tambahkan mayones Jepang bila suka dan bentuk motif garis-garis agar bagus
10. Taburkan katsuobushi dan aonori di atasnya bila suka
11. Potong-potong sewaktu masih berada di atas penggorengan dan hidangkan bersama penggorengannya.
Tips:
• Simpan campuran adonan tepung terigu dengan air di dalam lemari es sekitar 8 jam agar gluten yang terdapat dalam tepung terigu menjadi stabil dan okonomiyaki yang dihasilkan tidak menjadi keras.
• Daging yang susah matang atau tebal sebaiknya digoreng dulu secara terpisah.
• Tambahkan tauge atau rebusan mi telor untuk merubah Okonomiyaki menjadi Hiroshimayaki.
• Tuangkan sekitar 2-3 sdm adonan tepung di atas irisan kol sewaktu membuat Hiroshimayaki agar kol tidak menjadi berantakan sewaktu dibalik.
• Kalau membuat okonomiyaki yang tebal, tutupi dengan tutup panci sewaktu menggoreng agar lebih mudah matang.
• Sewaktu digoreng, okonomiyaki sebaiknya tidak ditekan-tekan karena udara yang berada di dalam okonomiyaki akan terdesak keluar dan hasil gorengan menjadi keras.

posted by Alita Pradestia

Iklan

Takoyaki!

Takoyaki (たこ焼き ?) nama makanan asal daerah Kansai di Jepang, berbentuk bola-bola kecil dengan diameter 3-5 cm yang dibuat dari adonan tepung terigu diisi potongan gurita di dalamnya. Di daerah asalnya, takoyaki biasa dijual antara 200-400 yen.
Takoyaki biasanya dijual sebagai jajanan di pinggir jalan untuk dinikmati sebagai cemilan. Takoyaki biasa dijual dalam bentuk set dengan 1 set berisi 5, 6, 8 hingga 10 buah takoyaki yang disajikan di atas lembaran plastik berbentuk perahu atau dimasukkan ke dalam kemasan plastik transparan untuk dibawa pulang.

Ini dia resep takoyaki yang gampang dan murah! 😀

Resep Takoyaki (Octopus Balls)
Bahan isi takoyaki :
• Baby octopus (bayi gurita) 200 gram, rebus dan cincang
• Tenkasu (rice crispy) secukupnya
Bahan adonan dasar takoyaki :
• Air 400 ml
• Konbu 10 cm, potong selebar 2 cm
• Katsuo-bushi 15 gram
• Tepung terigu protein rendah 200 gram
• Putih telur 4 butir
• Kuning telur 2 butir
• Margarin 2 sendok makan
Pendamping takoyaki :
• Bulldog saus 50 ml
• Saus inggris 25 ml
• Mayones 50 gram
• Benishoga (acar jahe) secukupnya
Cara membuat adonan dasar takoyaki :
1. Masukkan konbu dalam panci, masak di atas api kecil. Angkat beberapa saat sebelum air mendidih.
2. Campur katsuo-bushi dalam air rebusan konbu sambil di aduk selama 2 menit. Saring dan dinginkan.
3. Campur terigu, telur dan garam. Tuang air kaldu, aduk hingga rata. Sisihkan.
Cara membuat takoyaki :
1. Tuang adonan takoyaki pada cetakan yang sudah diolesi dengan margarin hingga penuh.
2. Taburi bagian atasnya dengan rice crispy dan masukkan baby octopus (bayi gurita). Masak di atas api kecil.
3. Bila sudah setengah matang, balik adonan dengan bantuan tusuk sate/ tusuk besi.
4. Masak hingga berwarna kecoklatan. Angkat dan sajikan bersama saus pendamping dan benishoga.
5. Takoyaki adalah makanan cemilan jepang yang biasa dibuat secara tradisional oleh keluarga-keluarga jepang secara rumahan. Pertama kali dibuat oleh Endo Tomekichi di tokonya yang bernama Aizu di Osaka.

Bentuknya bulat seperti baso, karena itu disebut juga baso panggang jepang (tako=octopus ; yaki=panggang) karena cara pembuatannya tidak digoreng dalam minyak yang banyak, tetapi dipanggang dalam suatu cetakan setengah bulatan kemudian dibalik-balik sehingga berbentuk bulatan penuh.
6. Takoyaki ini enak disantap panas-panas secara langsung atau sebagai lauk dengan nasi. Bila dalam keadaan dingin, takoyaki akan lebih padat dan kenyal seperti baso.

Bahan pembuat takoyaki pun berbeda dari bahan pembuat baso biasa, yaitu menggunakan tepung gandum khusus ditambah dengan bumbu-bumbu khas takoyaki. Sedangkan untuk isinya sendiri berbeda dari baso- baso indonesia, karena menggunakan isi yang utuh (tidak dicincang). Isi takoyaki yang umum ditemukan di gerai-gerai penjualan takoyaki adalah: Octopus (gurita), Smoked beef, Cheese, Kani crab (kepiting), Chicken (ayam), Prawn (udang) dan Corn (jagung).

Daging isi takoyaki yang berupa potongan utuh tanpa dicincang, membuat rasa dari takoyaki menjadi special karena terasa sekali dalam gigitan, apalagi ditambah dengan taburan takoyaki yang menambah selera.

Taburan bumbu takoyaki yang kita gunakan di gerai Takoyaki kita berupa: Takoyaki Sauce khusus, Mayonnaise kuning yang tidak neg, Serutan ikan bonito yang diasapkan (katsuobushi) dan rumput laut cincang (nori) yang menambah selera dan aroma khas Jepang.

Takoyaki ini enak disantap panas-panas secara langsug atau sebagai lauk dengan nasi. Takoyaki akan terasa ‘garing di luar dan lembut di dalam’ pada saat ketika baru diangkat dari cetakan, dan akan terasa lebih kenyal seperti baso pada umumnya jika dalam keadaan dingin.

posted by Alita Pradestia

masakan jepang

Masakan dan makanan Jepang tidak selalu harus berupa “makanan yang sudah dimakan orang Jepang secara turun temurun.” Makanan orang Jepang berbeda-beda menurut zaman, tingkat sosial, dan daerah tempat tinggal. Cara memasak masakan Jepang banyak meminjam cara memasak dari negara-negara Asia Timur dan negara-negara Barat. Di zaman sekarang, definisi makanan Jepang adalah semua makanan yang dimakan orang Jepang dan makanan tersebut bukan merupakan masakan asal negara lain.

Dalam arti sempit, masakan Jepang mengacu pada berbagai berbagai jenis makanan yang khas Jepang. Makanan yang sudah sejak lama dan secara turun temurun dimakan orang Jepang, tapi tidak khas Jepang tidak bisa disebut makanan Jepang. Makanan seperti gyudon atau nikujaga merupakan contoh makanan Jepang karena menggunakan bumbu khas Jepang seperti shōyu, dashi dan mirin. Makanan yang dijual rumah makan Jepang seperti penjual soba dan warung makan kappō juga disebut makanan Jepang. Makanan yang mengandung daging sapi sering dianggap bukan masakan Jepang karena kebiasaan makan daging baru dimulai sejak Restorasi Meiji sekitar 130 tahun lalu. Menurut orang di luar Jepang, berbagai masakan dari daging sapi seperti sukiyaki dan gyudon juga termasuk makanan Jepang. Dalam arti luas, bila masakan yang dibuat dari bahan makanan yang baru dikenal orang Jepang ikut digolongkan sebagai makanan Jepang, maka definisi masakan Jepang adalah makanan yang dimasak dengan bumbu khas Jepang.

Masakan Jepang sering merupakan perpaduan dari berbagai bahan makanan dan masakan dari berbagai negara. Parutan lobak yang dicampur saus sewaktu memakan bistik atau hamburg steak, dan salad dengan dressing parutan lobak merupakan contoh perpaduan makanan Barat dengan penyedap khas Jepang. Saus spaghetti yang dicampur mentaiko, tarako, natto, daun shiso atau umeboshi merupakan contoh makanan Barat yang dinikmati bersama bahan makanan yang memiliki rasa yang sudah akrab dengan lidah orang Jepang. Bistik dengan parutan lobak sebenarnya tidak dapat disebut sebagai makanan Jepang melainkan bistik ala Jepang (wafū steak). Berdasarkan aturan ini, istilah wafū (和風 ,ala Jepang?) digunakan untuk menyebut makanan yang lazim ditemukan dan dimakan di Jepang, tapi dimasak dengan cara memasak dari luar Jepang.

Berdasarkan aturan wafū, beberapa jenis makanan sulit digolongkan sebagai makanan Jepang karena merupakan campuran antara makanan Jepang dan makanan asing:

* Makanan Barat yang dicampur bahan makanan yang unik Jepang, seperti sarada udon (salad adalah makanan Barat tapi dicampur udon yang khas Jepang), kari, dan anpan (roti berasal dari Barat berisi ogura yang khas Jepang).
* Makanan khas Jepang yang berasal dari luar negeri tapi dibuat dengan resep yang sudah diubah sesuai selera lokal, seperti ramen dan gyōza.
* Makanan yang berdasarkan bahan dan cara memasak sulit diputuskan harus dimasukkan ke dalam kategori makanan Barat atau makanan Jepang, misalnya pork ginger dan butashōgayaki keduanya menunjuk pada makanan yang sama.

Sebagian besar ahli kuliner berpendapat masakan Jepang mudah sekali dibedakan dari masakan negara tetangga seperti masakan Korea dan masakan Cina. Walaupun demikian, sejumlah makanan Korea juga mendapat pengaruh dari masakan Jepang. Di Korea juga dikenal kimbab (futomakizushi), sup miso, dan takuan (asinan lobak) yang merupakan makanan khas Jepang.
[sunting] Ciri khas
Hidangan kaiseki untuk sarapan pagi
[sunting] Bahan makanan

Pada umumnya, bahan-bahan masakan Jepang berupa: beras, hasil pertanian (sayuran dan kacang-kacangan), dan makanan laut. Bumbu berupa dashi yang dibuat dari konbu, ikan dan shiitake, ditambah miso dan shōyu. Berbeda dengan masakan negara-negara lain, makanan Jepang sama sekali tidak menggunakan bumbu berupa rempah-rempah dari biji-bijian (merica) atau penyedap yanng mengandung biji (seperti cabai) yang harus ditumbuk atau dihaluskan. Masakan Jepang juga tidak menggunakan bumbu yang berbau tajam seperti bawang putih. Kacang kedelai merupakan bahan utama makanan olahan. Penyedap biasanya berupa sayur-sayuran beraroma harum yang dipotong-potong halus atau diparut. Masakan Jepang umumnya rendah lemak, tapi mengandung kadar garam yang tinggi.
[sunting] Bumbu

Masakan Jepang mengenal 5 bumbu utama yang harus dimasukkan secara berturutan sesuai urutan sa-shi-su-se-so yang merupakan singkatan dari:

* gula pasir (satō)
* garam (shio)
* cuka (su)
* shōyu (seuyu: ejaan zaman dulu untuk shōyu)
* miso (miso).

Sesuai dengan peraturan sa-shi-su-se-so, gula pasir adalah bumbu yang dimasukkan pertama kali, diikuti garam, cuka, kecap asin, dan miso.
[sunting] Penyajian makanan

Makanan utama di Jepang terdiri dari nasi (kadang-kadang dicampur palawija), sup dan lauk. Lain halnya dari masakan Cina atau masakan Eropa, masakan Jepang tidak mengenal tahapan (course) dalam penyajian. Dalam budaya makan Eropa atau Cina, makanan disajikan secara bertahap, mulai dari hidangan pembuka, sup, hidangan utama, dan diakhiri dengan hidangan penutup. Masakan Jepang dihidangkan semuanya secara sekaligus. Dalam hal penyajian hidangan, dalam masakan Jepang tidak dikenal perbedaan antara tata cara penyajian di rumah dengan tata cara penyajian di restoran. Jamuan makan dan kaiseki merupakan pengecualian karena makanan disajikan secara bertahap.

Dalam hal menikmati makanan, masakan Jepang bisa dengan mudah dibedakan dari masakan Eropa atau masakan Cina. Rasa dicampur sewaktu makanan Jepang berada di dalam mulut. Asinan sayur-sayuran mungkin terasa terlalu asin kalau dimakan begitu saja, namun asinan terasa lebih enak ketika dimakan dengan nasi putih. Dalam masakan Jepang, bahan makanan tidak diolah secara berlebihan. Makanan harus mempunyai rasa asli bahan makanan tersebut. Cara memasak atau penyiapan makanan hanya bertujuan menampilkan rasa asli dari bahan makanan. Makanan juga sama sekali tidak dimasak dengan bumbu yang berbau tajam. Masakan Jepang tidak mengenal teknik memasak yang bisa merusak penampilan bahan dan kesegaran bahan makanan.

Juru masak masakan Jepang dituntut serba bisa dalam berbagai bidang. Mereka dituntut memiliki keahlian dalam pengolahan bahan makanan, pengetahuan tentang alat-alat makan, serta pemilihan suasana yang tepat untuk menikmati makanan. Masakan Jepang sangat berbeda dari masakan Perancis yang sangat maju dalam pembagian keahlian di dapur dan pelayanan terhadap tamu di ruang makan.

Peralatan makan untuk masakan Jepang umumnya dibuat dari keramik, porselen, atau kayu yang dipernis dengan urushi. Di rumah keluarga Jepang, setiap anggota keluarga memiliki mangkuk nasi dan sumpit sendiri, dan tidak saling dipertukarkan dengan milik anggota keluarga yang lain. Sumpit yang dipakai bisa berupa sumpit kayu, sumpit bambu, atau sumpit sekali pakai. Sebelum teknik pembuatan keramik dikenal di Jepang, sebagian besar alat makan dibuat dari kayu yang dipernis. Alat makan dari porselen umumnya diberi hiasan gambar-gambar yang berfungsi sebagai penghias hidangan.

Masakan Jepang memiliki aturan yang sangat longgar menyangkut bentuk alat makan dari keramik. Piring bisa saja berwarna gelap atau berbentuk persegi empat, sehingga sangat mencolok dibandingkan piring makanan Eropa atau Amerika. Alat makan untuk makanan Jepang terlihat sangat berbeda dengan alat makan untuk masakan Cina atau Korea. Masakan Cina menggunakan piring bundar dari porselen dengan hiasan sederhana, sementara masakan Korea memakai porselen putih tanpa hiasan atau alat makan dari logam.
[sunting] Sejarah
[sunting] Awal sejarah tertulis

Nihon Shoki adalah literatur klasik yang memuat sejarah tertua tentang masakan Jepang. Di dalamnya dikisahkan tentang nenek moyang klan Takahashi bernama Iwakamutsukari-no-mikoto. Makanan yang dihidangkannya berupa namasu ikan cakalang dan potongan kerang (hamaguri) yang diacar dengan cuka. Hidangan istimewa tersebut dibuatnya untuk Kaisar Keiko yang sedang mengunjungi Provinsi Awa ketika bersedih atas kematian Yamato Takeru. Iwakamutsukari-no-mikoto bertugas sebagai juru masak istana dan kemudian dimuliakan sebagai dewa masakan.
[sunting] Asal usul masakan

Orang Jepang mulai makan nasi sejak zaman Jomon. Lauknya berupa bahan makanan yang direbus (nimono), dipanggang, atau dikukus. Cara mengolah makanan dengan menggoreng mulai dikenal sejak zaman Asuka, dan berasal dari Semenanjung Korea dan Cina. Teh dan masakan biksu diperkenalkan di Jepang bersamaan dengan masuknya agama Buddha, namun hanya berkembang di kalangan kuil. Makanan biksu adalah masakan vegetarian yang disebut shōjin ryōri. Hewan peliharaan dan binatang buas seperti monyet dilarang untuk dijadikan bahan makanan. Di dalam literatur klasik Engishiki juga diceritakan tentang ikan hasil fermentasi yang disebut narezushi yang dipakai sebagai persembahan di Jepang bagian barat.
[sunting] Masakan zaman Nara

Pengaruh kuat kebudayaan Cina pada zaman Nara ikut mempengaruhi masakan Jepang pada zaman Nara. Makanan dimasak sebagai hidangan upacara dan ketika ada perayaan yang berkaitan dengan musim. Sepanjang tahunnya selalu ada perayaan dan pesta makan. Teknik memasak dari Cina mulai dipakai untuk mengolah bahan makanan lokal. Penyesuaian cara memasak dari Cina dengan keadaan alam di Jepang akhirnya melahirkan masakan yang khas Jepang.
[sunting] Masakan zaman Heian

Pada zaman Heian, masakan Jepang terus berkembang dengan pengaruh dari daratan Cina. Orang Jepang waktu itu mulai mengenal makanan seperti karaage dan kue-kue asal Dinasti Tang (tōgashi), dan natto. Aliran memasak dan etiket makan berkembang di kalangan bangsawan. Atas perintah kaisar Kōkō, Fujiwara no Yamakage menyunting buku memasak aliran Shijō yang berjudul Shijōryū Hōchōshiki. Sampai saat ini, rumah makan tradisional Jepang masih sering memiliki altar pemujaan untuk Fujiwara no Yamakage dan Iwakamutsukari-no-mikoto.
[sunting] Masakan zaman Kamakura

Makanan olahan dari tahu yang disebut ganmodoki mulai dikenal bersamaan dengan makin populernya tradisi minum teh dan ajaran Zen. Pada zaman Kamakura, makanan dalam porsi kecil untuk biksu yang menjalani latihan disebut kaiseki. Pendeta Buddha bernama Eisai memperkenalkan teh yang dibawanya dari Cina untuk dinikmati dengan hidangan kaiseki. Masakan ini nantinya berkembang menjadi makanan resepsi yang juga disebut kaiseki, tapi ditulis dengan aksara kanji yang berbeda.
[sunting] Masakan zaman Muromachi

Memasuki zaman Muromachi, kalangan samurai ikut dalam urusan masak-memasak di istana kaisar. Tata krama sewaktu makan juga semakin berkembang. Aliran etiket Ogasawara yang masih dikenal sekarang bermula dari etiket kalangan samurai dan bangsawan zaman Muromachi.

Chūnagon bernama Yamakage no Masatomo mendirikan aliran memasak Shijōryū. Aliran ini menerbitkan buku memasak berjudul Shijōryū Hōchōsho (Buku Memasak Aliran Shijō). Sementara itu, klan Ashikaga mendirikan aliran memasak Ōkusaryū. Orang mulai menjadi cerewet soal cara memasak dan menghidangkan makanan. Makanan gaya honzen (honzen no seishiki) dan gaya kaiseki merupakan dua aliran utama masakan Jepang zaman Muromachi. Dalam gaya honzen, makanan dihidangkan secara individu di atas meja pendek yang disebut ozen. Porsi yang dihidangkan cukup untuk dimakan satu orang. Dalam gaya kaiseki, makanan dihidangkan dalam porsi kecil seperti makanan yang dihidangkan dalam upacara minum teh.

Namban adalah istilah orang Jepang zaman dulu untuk “luar negeri”, khususnya Portugal dan Asia Tenggara. Dari kata namban dikenal istilah nambansen (kapal dari luar negeri). Kedatangan kapal-kapal dari luar negeri dari zaman Muromachi hingga zaman Sengoku membawa serta berbagai jenis masakan yang disebut namban ryōri (masakan luar negeri) dan nambangashi (kue luar negeri). Kue kastela yang menggunakan resep dari Portugal adalah salah satu contoh dari nambangashi.
[sunting] Masakan zaman Edo

Kebudayaan orang kota berkembang pesat pada zaman Edo. Makanan penduduk kota seperti tempura dan teh gandum (mugicha) banyak dijual di kios-kios pasar kaget. Pada masa itu, di Edo mulai banyak dijumpai rumah makan khusus soba dan nigirizushi. Ōrusuichaya adalah sebutan untuk rumah makan tradisional (ryōtei) yang digunakan samurai sewaktu menjamu tamu dengan pesta makan. Makanan dinikmati secara santai sambil meminum sake, dan tidak mengikuti tata cara makan formal seperti masakan kaiseki atau masakan Honzen. Masakan Ōrusuichaya disebut masakan kaiseki (会席料理 ,kaiseki ryōri?, masakan jamuan makan), dan ditulis dengan aksara kanji yang berbeda dari “kaiseki” untuk upacara minum teh.

Teknik pembuatan kue-kue tradisional Jepang (wagashi) berkembang pesat berkat tersedianya gula yang sudah menjadi barang yang lumrah. Alat makan dari keramik dan porselen mulai banyak digunakan dan diberi hiasan berupa gambar-gambar artistik yang dikerjakan secara serius. Daging ternak mulai dikonsumsi orang Jepang dan daging sapi dimakan sebagai obat. Sejak pertengahan zaman Edo mulai dikenalnya teknik seni ukir sayur, dan makanan mulai dihias dengan hiasan dari lobak (wachigai daikon). Pada waktu itu juga mulai dikenal telur rebus aneh dengan kuning telur berada di luar dan putih telur di dalam (kimigaeshi tamago).
[sunting] Masakan Kanto

Masakan Jepang zaman modern adalah hasil penyempurnaan masakan zaman Edo. Daimyo dari seluruh penjuru Jepang mengenal kewajiban sankin kōtai. Mereka wajib datang ke Edo untuk menjalankan tugas pemerintahan bersama shogun. Kedatangan daimyo dari seluruh pelosok negeri membawa serta cara memasak dan bahan makanan khas dari daerah masing-masing. Bahan makanan yang dibawa rombongan daimyo dari seluruh pelosok Jepang menambah keanekaragaman masakan Jepang di Edo. Semuanya ditambah dengan makanan laut segar dan enak dari Teluk Edo yang disebut Edomae. Hasil laut dari Samudera Pasifik seperti ikan tongkol sudah dijadikan menu tetap sewaktu membuat sashimi.

Ikan dari familia Sparidae yang dikenal di Jepang sebagai ikan tai merupakan lambang kemakmuran di Jepang. Ikan tai yang dipanggang utuh tanpa dipotong-potong merupakan hidangan istimewa pada kesempatan khusus. Makanan yang dihidangkan pada pesta makan terdiri dari dua jenis: makanan untuk dimakan di tempat pesta, dan makanan yang berfungsi sebagai hiasan. Panggang ikan tai termasuk dalam makanan hiasan yang boleh saja dimakan di tempat pesta. Namun, ikan panggang di pesta sebenarnya lebih merupakan hiasan karena dimaksudkan untuk dibawa pulang oleh para tamu sebagai oleh-oleh. Tradisi membawa pulang makanan pesta sebagai oleh-oleh untuk keluarga di rumah berasal dari zaman Edo dan terus berlanjut hingga sekarang. Selain ikan panggang, tamu biasanya dipersilakan membawa pulang kinton (biji berangan dan ubi jalar yang dihaluskan) dan kamaboko.

Masakan yang lahir dari berbagai keanekaragaman di daerah Kanto disebut masakan Edo atau masakan Kanto. Sebutan masakan Kanto digunakan untuk membedakannya dari masakan Kansai yang sudah dikenal orang lebih dulu. Ciri khas masakan Kanto adalah penggunaan kecap asin (shōyu) sebagai penentu rasa, termasuk untuk makanan berkuah (shirumono) dan nimono. Tradisi membawa pulang makanan pesta merupakan alasan penggunaan kecap asin dalam jumlah banyak dalam masakan Kanto, maksudnya agar rasa tetap enak walaupun sudah dingin. Berbeda dengan masakan Kanto, masakan Kansai justru tidak terlalu asin walaupun mengandalkan garam dapur sebagai penentu rasa.
[sunting] Masakan Kansai

Masakan Kansai adalah sebutan untuk masakan Osaka dan masakan Kyoto. Berbeda dari budaya Edo yang gemerlap, masakan Kyoto mencerminkan budaya Kyoto yang elegan. Masakan Kyoto dipengaruhi masakan kuil Buddha. Ciri khasnya adalah penggunaan banyak sayur-sayuran, tahu, kembang tahu, namun sedikit makanan laut karena letak geografis Kyoto yang jauh dari laut. Masakan Kyoto melahirkan cara memasak dengan bumbu seminimal mungkin agar rasa asli tahu atau kembang tahu (yang memang sudah “tipis”) tidak hilang. Kepandaian mengolah ikan kering seperti bodara (ikan cod kering) dan migakinishin (ikan hering kering) menjadi hidangan yang enak merupakan keistimewaan masakan Kyoto.

Osaka adalah kota tepi laut dengan hasil laut yang melimpah. Oleh karena itu, masakan Osaka mengenal berbagai cara pengolahan hasil laut. Makanan laut diolah agar enak untuk langsung dimakan di tempat dan tidak untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Masakan Osaka tidak mementingkan rasa makanan kalau sudah dingin karena pada prinsipnya “makanan yang habis dimakan”. Prinsip masakan Osaka bertolak belakang dengan prinsip masakan Kanto yang memikirkan rasa makanan kalau sudah dingin.
[sunting] Pengaruh masakan Barat

Pada awal zaman Meiji, masakan Eropa mulai dikenal orang Jepang yang melakukan kontak sehari-hari dengan orang asing. Di kalangan rakyat tercipta makanan gaya Barat (yōshoku) yang merupakan adaptasi masakan Eropa. Berbagai aliran memasak mengalami kemunduran, dan aliran Hōchōshiki merupakan satu-satunya aliran yang terus bertahan. Pelarangan makan daging dihapus sesuai kebijakan Pemerintah Meiji tentang Haibutsu Kishaku dan Shinbutsu Bunri sehingga tercipta sukiyaki. Sementara itu, honzen ryōri yang merupakan aliran utama masakan Jepang mulai ditinggalkan orang. Hidangan kaiseki telah menjadi makanan standar di rumah makan tradisional (ryōtei) dan penginapan tradisional (ryokan).

Masakan vegetarian (shōjinryōri) berlanjut sebagai tradisi kuil agama Buddha. Hidangan porsi kecil yang disebut kaiseki ryōri (懐石料理 ?) bertahan hingga kini sebagai hidangan upacara minum teh. Di bidang pertanian, sawi dan spinacia mulai ditanam secara besar-besaran. Di kota-kota mulai banyak dijumpai rumah yang memiliki meja pendek yang disebut chabudai sebagai pengganti nampan berkaki yang disebut ozen. Keberadaan chabudai yang bisa dipakai sebagai meja makan untuk empat orang mengubah acara makan yang dulunya dilakukan sendiri-sendiri dengan ozen pribadi menjadi acara berkumpul keluarga.

Akibat gempa bumi besar Kanto yang memakan korban jiwa besar-besaran, juru masak pewaris tradisi masakan Edo ikut menjadi berkurang, dan tradisi masakan honzen mulai memudar. Etiket makan mulai longgar, dan orang Jepang semakin menyukai suasana santai sewaktu makan. Setelah Perang Dunia II, kemudahan transportasi dan kemajuan bidang komunikasi menyebabkan tipisnya perbedaan antardaerah soal bahan makanan dan cara memasak untuk makanan yang sama. Walaupun demikian, perbedaan mendasar dalam soal bumbu dan selera masih tersisa.
[sunting] Bahan dan bumbu
[sunting] Bahan makanan sejak zaman kuno

* Palawija, sayuran, kacang-kacangan (kedelai), soba, buah-buahan, dan umbi.
* Tanaman liar, jamur, rumput laut
* Telur ayam, makanan laut

[sunting] Bumbu sejak zaman kuno

* Garam
* Cuka
* Miso
* Shōyu
* Wasabi
* Jahe
* Sanshō (andaliman)
* Daun bawang (jenis daun bawang dengan lebih banyak bagian batang berwarna hijau (aonegi) digunakan di daerah Kansai, sementara daun bawang dengan lebih banyak bagian batang berwarna putih (nebukanegi) disenangi di daerah Kanto)
* Daun shiso sebagai penyedap
* Cabai merah dalam jumlah sangat sedikit, terutama untuk campuran bubuk shichimi
* Dashi

[sunting] Bahan makanan sejak zaman Meiji

* Daging hewan ternak
* Sawi
* Bawang bombay

[sunting] Bumbu dan rempah-rempah dari luar negeri

* Merica (dari Cina)
* Saus uster
* Mayones
* Bubuk kari

[sunting] Kategori
[sunting] Masakan tradisional

* Honzenryōri (本膳料理 ?)

Masakan yang mulai dikenal pada zaman Edo, dan mendapat pengaruh dari masakan kalangan samurai tapi akhirnya menghilang pada zaman Meiji.

* Shōjinryōri (精進料理 ?)

Masakan tanpa daging di kuil agama Buddha.

* Kaisekiryōri (懐石料理 ?, masakan Kaiseki)

Masakan yang dihidangkan dalam tahap-tahap penyajian dalam porsi kecil.

* Kaisekiryōri (会席料理 ?, masakan jamuan makan)

Makanan jamuan pesta di rumah makan tradisional Jepang (ryōtei) yang dinikmati sambil minum sake. Penyajian dilakukan secara bertahap seperti masakan kaiseki.

[sunting] Makanan sehari-hari

* Masakan nasi
o Nasi
+ Nasi putih, nasi merah (sekihan), kowameshi
+ Nasi dari beras yang belum disosoh
+ Nasi bercampur gandum (mugimeshi)
+ Onigiri
o Nasi berbumbu cuka
+ Sushi
+ Oshizushi
o Bubur (okayu), bubur dari nasi (zōsui atau ojiya)
o Ochazuke
o Takikomigohan (nasi yang ditanak dengan sedikit lauk)
o Donburi
o Kakegohan (nasi yang dituangi sesuatu): mugitoro (gandum yang ditanak dan dituangi parutan umbi yamaimo atau nagaimo).
o Mochi dan dango

* Makanan berkuah (shirumono)
o Sup miso
o Sumashijiru (suimono)

* Sashimi
o Tessa (sashimi ikan fugu)
o Tataki (potongan besar ikan yang digarang dengan api besar, matang di bagian luar, mentah di bagian dalam)
o Tsuke (sashimi yang direndam dengan kecap asin)
* Tsukemono (sayuran yang diasin): takuan, umeboshi, shibazuke, misozuke (fermentasi dengan miso), kasuzuke (fermentasi dengan ampas sake), nukazuke (fermentasi dengan kulit ari beras), wasabizuke (campuran sayuran dengan pasta wasabi)
* Mi: udon, soba, sōmen

* Nabe: oden, mizudaki, shabu-shabu, sukiyaki,
* Makanan goreng: tempura, satsuma-age, kakiage, karaage
* Makanan panggang: ikan panggang, teriyaki, yakitori, kabayaki
* Nimono: nikujaga, kinpira

* Makanan kukus: chawanmushi, sakamushi (tumis dengan sake)

* Nerimono: bentuk goreng-gorengan dari daging ikan yang dihaluskan dan ditambah tepung.

* Aemono: sayur yang direndam saus berbahan cuka atau miso.

* Ohitasi: sayur rebus yang dibumbui dashi.

[sunting] Masakan asal luar Jepang

* Nasi kari (curry rice)
* Furai: goreng-gorengan dengan tepung panir seperti ebi furai, tonkatsu, dan kroket
* Hayashi rice: nasi berkuah daging yang dimasak dengan saus tomat dan saus demiglace.
* Napolitan: spaghetti bumbu saus tomat
* Yakiniku: Daging panggang yang diciptakan orang Korea yang tinggal di Jepang. Di Korea disebut sebagai daging panggang ala Jepang.
* Yakisoba
* Ramen

Saya rasa dengan adanya makanan makanan enak di setiap negara akan menjadi daya tarik wisata yang luar biasa…di mana ada makanan enak disitu pula ada konsumen konsumen yang berkompeten…salam

created by”Donna Herlina”

Matsutake, King of Edible Mushroom

Banyak orang Jepang yang bersemangat menyambut musim gugur karena biasanya di musim gugur adalah musim jamur – tentunya jamur-jamur yang bisa dimakan. Di antara banyak jenis jamur yang tumbuh di negara tersebut, yang paling populer dan paling lezat adalah matsutake (armilaria matsutake).
Matsutake sering dijuluki sebagai Raja Jamur oleh masyarakat Jepang. Jamur tersebut tumbuh di hutan pinus merah, dan terkadang bisa tumbuh menjadi sangat besar. Payungnya dapat mencapai lebih dari delapan inci.
Di daerah Kansai dan sekitarnya dimana jamur ini banyak tumbuh, masyarakatnya sering berkumpul bersama untuk menikmati matsutake. Mereka membawa nasi, sake dan peralatan memasak ke dalam hutan pinus merah yang biasanya dilestarikan sebagai tempat pertumbuhan matsutake. Mereka memetik matsutake, memasaknya dan berpiknik seharian.
Matsutake dapat dinikmati dengan berbagai cara, namun cara terbaik untuk menikmati aroma dan rasanya adalah dengan cara mengirisnya panjang-panjang, kemudian membakarnya sebentar dan menikmatinya dengan sedikit garam dan kecap. Matsutake dalam masakan sukiyaki juga sangat populer, dan matsutake meshi atau nasi yang dimasak dengan matsutake adalah makanan lezat yang dapat dinikmati dalam berbagai musim.
Sayangnya, harga matsutake sangat mahal. Satu onsnya dapat mencapai $1000. Salah satu alasannya adalah karena pendapatan masyarakat Jepang yang meningkat secara signifikan dalam kurun waktu lima puluh tahun terakhir, dan juga karena panen matsutake yang semakin terbatas karena adanya serangga yang merusak pohon pinus merah tempat mereka tumbuh.
Lebih dari sekedar jamur, matsutake selalu disinonimkan dengan musim gugur dan dianggap sebagai salah satu karakteristik khas negeri Jepang, sama seperti bunga sakura di musim semi.

(*alita pradestia)

Makanan Jepang Baru di Bogor

untuk Teman-teman yang rumahnya di Bogor dan sekitarnya,,
ada rumah makan jepang baru namanya IKKITO..
Menunya sih hampir sama kaya Hokben,Uno Bento dan semacamnya tapi kelebihannya IKKITO ini murah banget,,terjangkau buat Temen-temen yang masih sekolah.

lokasinya itu di Jalan Salak sejajar sama Mid East,,
Venue’nya ok banget..
enak buat kongkow-kongkow bareng temen-temen..

Restonya letaknya di bukit gt jadi kita bisa lihat pemandangan ke bawah ke arah Kebun Raya Bogor.

kamu harus coba,,
tmpt enak buat kongkow di tengah kota Bogor dengan angin sepoy-sepoy yang ga bakalan bikin kamu emosi karena gerah (“,)

by: Donna

berbagai macam tempat makan di jepang

KAITENZUSHI

apa itu kaiten-zushi ?
cari di gugle ajah . hehehe .
kaiten adalah berputar .
dahn zushi adalah sushi sejenis makanan .
jadi kaiten zushi adalah susshi yang berputar .
kaitenzushi adalah rumah makan yang menyajikan sushi yang di letakan di piring kecil dan di letakan kembali pada ban yang berputar .
para pengunjung dapat memakan sushi yang berada di depan mereka . hehehe ..

picnya

b1aa335a59c1562a67753e866cb4869f_public

nah di tiap meja ada keran keran kan ?
keran tsb fungsinya adalah tempat kluarnya air panas yang nntinya bkal di pake buat nyeduh teh hijau . jadi kita hanya butuh gelas dan teh hijau celup saja . duduk di sana seharian bisa memuaskan diri sendiri .
e74959516972fe91979ca2969cc5de54_public

OSOBAYASAN [TACHIGUISOBA]

apa itu osobayasan / tachigui soba ?
adalah restoran atau tempat makan yang berada di dalam stasiun kereta .
fungsi dari tempat mkan tsb adalah untuk membantu pada karyawan , siswa , mahasiswa dan lain lain yang tidak sempat makan / sarapan di rumah .
jika kita ingin makan di tachigui soba kita harus membayar tiketnya pada alat penukar tiket di depan tmpat masuk . tiker di bli sesuai dengan makanan yang kita inginkan .
setelah membeli tiket , kita tinggal mengantarkannya sajah ke pada pelayan yang ada di tmpt tsb .

e38cf052839d7848009779378f316354_public

di tachigui soba tidak disediakan tempat duduk .
jadi saking terburu burunya samapi tidak di kasih tempat duduk
tachigui

RAMENYA SAN / RAMEN

di rumah makan yang sudah terkenal dan menghidangkan makanan yang paling enak di jepang umumnya pengunjung rela mengantri sampai pinggir jalan demi menikmati makanan favorit mereka .
salah satunya adalah …..
RAMEN

3026128006_861a9cd4ac

kaya di tempatnya NARUTO ya gan .
ini ramennya yang puasa tahan ya dikit lagi buka

7865232dfbdb5994b026d52b301e3a8a_public

gokana-teppan-copy

sekian infonya semoga bisa jadi pedoman klo ada orang jepang tanya ramennya indonesia apa . ada lagi yang tanya sushi nya orang indonesia apa . yaa agan agan tinggal bilang ajah yang ampir sama sama kaya makanan mereka . indomi , dll hehehe^^ V

*created by: ratu neysa