Archive for unique case in Japan

HUJAN KODOK TERJADI DI JEPANG!!!

Beberapa bulan yang lalu Juni 2009, jepang dikejutkan dengan adanya fenomena aneh yang terjadi saat turun hujan. Bukannya air yang turun melainkan hewan aneh yang berbentuk ikan seperti kodok. Hal ini terjadi dibeberapa kota dijepang diantaranya kota Taiwa, Nakanoto, Asahi dan Kuki.

Hewan ini memiliki panjang dengan diameter 5 cm berbentuk seperti ikan dan kodok, sejauh ini tidak ada yang dapat menjelaskan kenapa hal ini bisa terjadi. Beberapa orang menyebutkan ini merupakan fenomena langka yang pernah terjadi di Jepang dan mereka menyebutnya “binatang hujan” yang diakibatkan perubahan cuaca yang tidak menentu dinegara Sakura ini, badan metereologi jepang juga tidak dapat menjelaskan apa penyebab terjadinya hal tersebut.

CREATED BY: ratu neysa

mati kok mahal

Mati kok mahal….jika mati saja mahal apa yang anda pikirkan tentang hal yang murah di dunia ini????

Sudah bukan rahasia kalau biaya hidup di Jepang mahal banget, sampai-sampai Jepang dinobatkan menjadi negara termahal didunia. Tapi masih banyak saja yang datang ke Jepang, saya mau tanya, sampai kapan mau tinggal di Jepang? Sebelum memutuskan tinggal terus di Jepang atau kembali ke Indonesia, harus dipikirkan matang-matang. Kenapa?? Jawab sendiri ya …

Kali ini saya mau membahas tentang nasibnya orang mati di Jepang. Walaupun banyak orang Jepang yang mati bunuh diri, tapi jangan anggap mati itu murah di Jepang, mahall banget.

Umumnya orang Jepang dimakamkan secara Budha, yaitu dengan dibakar, dan abunya akan dimasukkan ke dalam sebuah pot yang terbuat dari keramik. Tempat abu ini kemudian diletakkan di nisan kuburan bersama tempat abu anggota keluarganya yang telah meninggal sebelumnya. Selain terkait masalah keagamaan, cara ini juga dilakukan karena terbatasnya tanah yang dapat dijadikan lahan pemakaman di Jepang. Orang hidup saja berdesak-desakkan, apalagi orang yang sudah meninggal.Tumpang tindis.
Harga sebuah tempat pemakaman di Jepang berkisar antara 2 juta yen sampai 7juta yen, lebih mahal dari harga rumah ya, terus setiap tahunnya harus membayar biaya administrasi sampai 50 ribu yen. Ck ck ck…. Harga ini belum termasuk batu nisan yang harganya sampai jutaan yen pula. Tetapi setiap keluarga hanya butuh satu nisan yang dapat dipakai turun temurun. Tapi bagi orang kaya, ada juga yang memilih untuk memiliki nisan sendiri-sendiri.

Selain itu, upacara kematian juga tak kalah mahalnya. Keluarga orang yang meninggal akan memanggil pendeta atau biksu untuk mengurus jenazah, mulai dari kremasi, mendoakan arwah, sampai memasukkan abu ke dalam nisan. Harga yang harus dibayar mencapai 2 juta yen. Walaupun ada sumbangan dari orang yang datang melayat, tapi tetap tidak akan cukup untuk membayar semua keperluan pemakaman, apalagi pemerintah hanya memberi uang duka 50 ribu yen, saking mahalnya, orang Jepang yang bukan Kristen pun mulai beralih menggunakan rumah duka yang harganya lebih murah.

Mungkin ada yang bertanya, buat anak-anak apakah tarifnya dibedakan? Beda, tapi tidak terlalu jauh beda harganya. Kalau anak-anak yang meninggal dibawah umur 16 tahun, dimakamnya suka diletakkan boneka-boneka gitu, terus didepan makamnya biasanya diletakkan sesaji berupa mainan dan makanan.

Jepang terkenal dengan teknologinya yang hebat banget, yang bisa menikmati teknologi tidak cuma orang yang masih hidup, yang sudah meninggal pun bisa. Mungkin bingung kan, bagaimana caranya?

Ada system QR codes, yaitu berupa bar code yang diletakkan pada batu nisan, yang jika di scan maka akan menampilkan data-data tentang orang yang dimakamkan disitu, bisa juga menyimpan video dan foto-foto.

Ada pula penerapan teknologi RFID (Radio Frequency Identification) ke rumah pemakaman. Setelah jenazah dibakar, abunya dimasukkan ke dalam pot maka pot tersebut akan disimpan di dalam gudang. Ketika akan melakukan sembahyang untuk orang yang sudah meninggal tersebut, cukup menggunakan kartu RFID maka melalui sistim yang ada, pot tersebut akan dikeluarkan dari dalam gudang ke altar tempat persemayaman. Dan jika sudah selesai, pot tersebut akan dibawa kembali ke dalam gudang.
Bagaimana nasib homeless dan orang yang tidak memiliki keluarga? Siapa yang akan membiayai pemakamannya? Biasanya homeless dan orang jalanan yang meninggal dunia, kremasinya akan dibiayai oleh negara, selanjutnya abunya akan disimpan di kuil berhubung tidak diketahui dimana nisan pemakaman keluarganya. Kasihan ya, ketika meninggal arwahnya tidak bergabung dengan keluarganya.

pembunuhan sadis di jepang

Default Pembunuhan sadis di Jepang 1988
It’s real!! betapa kejamnya orang2 teserbut!!Mencoba bercerita dengan tidak menakutkan.

Terjadi Di bulan November 1988, cowok a (18 tahun), cowok b (jo kamisaku umur 17, kamisaku adalah nama keluarga yang dia ambil setelah keluar dari penjara), cowok c (umur 16),dan cowok d (umur 17) dari Tokyo menculik dan menyekap furuta, siswi kelas 2 smu dari saitama selama 44 hari. Mereka menjadikan dia tahanan di rumah yang dimiliki orang tua cowok c.

Untuk menghindari pengejaran polisi, cowok a memaksa furuta untuk menelepon orangtuanya dan menyuruhnya mengatakan kalau dia kabur dari rumah, dengan temanya, dan tidak berada dalam bahaya. Bahkan cowok a membuat furuta berpose sebagai pacar dari salah satu cowok – cowok itu ketika orangtua c, pemilik ruma sedang ada dirumah tersebut. Kalau mereka sudah yakin orang tua c tidak akan telepon polisi, mereka pun menyudahi sandiwara tersebut. Furuta mencoba kabur berkali – kali, memohon pada orang tua c untuk menyelamatkan dia, tapi mereka ga ngelakuin apa2 meskipun mereka tau kalau selama ini furuta disiksa, karenamereka takut kalau cowok a akan menyiksa mereka. Cowok a saat itu adalah pemimpin yakuza kelas rendah dan telah mengencam siapapun yang ikut campur akan dibunuh.

Menurut kesaksian para cowok itu di persidangan, mereka berempat memperkosa furuta, memukulinya, memasukan macam2 ke dalam vaginanya termasuk tongkat besi, membuatnya minum urinya sendiri dan makan kecoak, memasukan petasan ke dalam anusnya dan meledakanya, memaksa furuta untuk masturbasi, memotong pentilnya dengan tang, menjatuhkan barbell ke perutnya, dan membakarnya dengan rokok dan korek api (salah satu dari pembakaran itu adalah hukuman karena dia berusaha menelepon polisi). Pada sebuah titik luka furuta sangat parah hingga menurut salah satu cowok itu, furuta membutuhkan waktu satu jam lebih untuk merangkak turun tangga untuk menggunakan kamar mandi. Mereka bahkan mengatakan kemungkunan kalau 100 orang tau kalau mereka menahan furuta di rumah tersebut, tapi hal ini ga jelas artinya apa 100 orang itu hanya tau atau mereka ikut memperkosa dan menyiksa juga saat berkunjung ke rumah tersebut. Cowok2 itu menolak membiarkan furuta pergi, walau furuta seringkali memohon pada mereka untuh membunuhnya saja dan menyudahi penderitaan tersebut.

Pada January 4, 1989, dengan menggunakan alasan kekalahan salah seorang cowok itu main mahyong, keempat cowok itu memukuli furuta dengan barbell besi, menuang cairan korek api ke kakinya, tanganya, perutnay, dan mukanya, dan lalu membakarnya. Dia meninggal tak lama kemudian hari itu karena shock. Kempat cowok itu menyatakan kalau mereka ga menyadari betapa parah luka yang dialami furuta, dan mereka percaya kalau furuta hanya berpura2 mati.

Para membunuh itu menyembunyikan mayatnya di drum 55 galon dang memenuhinya dengan semen. Mereka membuang drum tersebut di koto, Tokyo.

Penahanan dan hukuman

Para cowok itu ditangkap dan disidangkan sebagai orang dewasa, tapi karena jepang menangani kejahatan yag dilakukan oleh yang masih dibawah umur, identitas mereka disembunyikan oleh persidangan. Tapi bagaimanapun juga, seminggu kemudian, majalah mingguan bernama shukan bunshun menerbitkan nama mereka, dengan menyatakan “hak asasi tidak dibutuhkan oleh penjahat biadab.” Mereka juga menerbitkan Nama asli furuta dan detail tentang kehidupan pribadinya dan menerbitkanya dengan sangat napsu di media. Kamisaku dituntut sebagai pemimpin para cowok itu, (entah benar atau tidaknya) menurut persidangan.

Keempat cowok itu diberi keringanan dengan dinyatakanya bersalah dalam tuntutan “membuat luka fisik yang menyebabkan kematian”, dibandingkan tuntutan pembunuhan. Orang tua cowok a menjual rumah mereka dengan harga maksimum 50 juta yen atau 5 miliar rupiah dan membayarnya sebagai kompensasi untuk keluarga furuta. (menurut gue sih 5000 triliun juga ga sebanding dengan penderitaan furuta).

Untuk partisipasinya di kejahatan ini, kamisaku harus menjalani 8 tahun di penjara anak2 sebelum dia dibebaskan di bulan agustus 1999. di bulan juli 2004, kamisaku ditangkap karena mencelakai seorang kenalan, yang dia piker membuat pacarnya menjauhi dia, dan dengan bangga membanggakan tentang keluarganya sebelum mencelakai kenala itu. Kamisaku dihukum 7 tahun dengan tuntutan memukuli.
(memukuli 7 tahun penjara, menyiksa furuta ampe mati dipenjara 8 tahun? mati aje loooooooooooooo)

orangtua junko furuta terkejut dengan kalimat yang diterima dari pembunuh anak perempuanya, dan bergabung dengan gruk masyarakat melawan orangtua cowok c yang rumahnya dijadikan tempat menyekap. Ketika beberapa masalah ditimbulkan dari bukti (semen dan rambut yang didapat dari tubuh itu tidak cocok dengan para cowok2 yang ditangkap), pengacara yang menangani lembaga masyarakat memutuskan untuk tidak membantu mereka lagi karena merasa ga ada bukti berati ga ada kasus atau dakwaan. (bangsat ini pengacara, apa disogok ya!). ada spekulasi bahwa bukti yang mereka dapat itu didapat dari orang tidak teridentifikasi yang memperkosa atau ikut mukulin furuta.

satu dari yang paling menggangu dari kisah nyata ini adalah bahwa para pembunuh furuta sekarang bebas. Setelah membuat junko furuta melalui berbagai penderitaan, mereka adalah cowok bebas sekarang.

“seorang cewek smu diculik oleh 4 remaja pengacau ketika dia sedang perjalanan ke tempat kerja sambilanya. Mereka membawa dia ke rumah seorang teman, mengurungnya dikamar, dan selama 45 hari kedepan dan menerapkan setiap bentuk tak terbayangkan oleh manusia berhati untuk menyiksanya (dan beberapa kamu ga akan mau bayangkan). Mereka memperkosanya rame rame, dengan badan mereka atau dengan benda benda asing. Memukulinya, menendanginya, menyiram bahkan mencekoki ayau memesuki vagina dengan cairan yang ada dalam korek api dan membakarnya, dan sangat banyak lagi yang tidak terdokumentasikan oleh para penjahat itu atau oleh polisi. Mereka membuatnya babak belur dengan rasa keliwat nyeri di seluruh tubuhnya, mereka mengikatnya, menindihnya, dan menjatukan barbell ke atas perutnya. Penyiksaan terakhir lebih dari yang dia sanggupi dan setelah beberapa waktu dia (entah karena emang dia berusaha untuk itu karena uda ga sanggup atau mungkin mati gitu aja karena penyiksaan neraka itu) meninggal dunia. Ketika para cowok itu ditanyai kenapa mereka ga melakukan apa2 pada detik2 menjelang kematian cewek itu, mereka menjawab “kami kira dia pura – pura”. “dia mencoba kabur lebih dari sekali. Pertama, dia tertangkap saat berusaha menelepon. Yang kedua kali, dia lberusaha melarikan diri dia minta tolong sama orang tua cowok c, pemilik rumah”, pemilik rumah yang ternyata telah mengetahui selama ini apa yang terjadi pata furuta. Dia memohon minta tolong, tapi mereka menolak. Mereka beralasan bahwa anaknya punya banyak koneksi penjahat dan mereka da mau ikutcampur ke dalam masalah itu. Setelah kematian furuta, mereka mengisolasi tanganya dan kakinya jadi satu, memasukan dalam drum 55 galon, mengisi dengan semen dan buang di tanah kosong. Tubuhnya tidak ditemukan sampai setaun kemudian. Ketua dari para cowok penjahat itu dipenjara 7 tahun dan sekarang keliaran bebas.
Ada 2 film yang dibikin berdasarkan true story ini.. judulnya concrete (schoolgirl in cement) dan Concrete-Encased High School Girl Murder Case

dan 1 komik Modern Stories of the Bizarre by Uziga Waita

CREATED by donna Herlina

Boneka Hamil Jepang

jepang memang selalu terkenal dengan berbagai inovasi unik dan menarik, termasuk mainan-mainan yang ada. Mainan yang dulu hanya dikhususkan bagi anak-anak, sekarang sudah mulai merambah dunia tanpa terbatas usia, karena mainan dianggap sebagai sarana hiburan bagi banyak orang tanpa terbatas usia dan gender.

Nah.. mainan mainan ini dikumpulkan di dunia Jepang dari berbagai era dan untuk berbagai usia. Kita lihat ya satu persatu..

1. Boneka Hamil

Di mera Edo, abad 18 dan 19, sering ada karnaval yang disebut misemono, dan misemono ini adalah hiburan bagi para penduduk Edo di kala itu. Hiburan ini tidak hanya sekedar memberikan berbagai hal unik, tapi juga berbagai atraksi yang bersifat hiburan, dan didesain untuk membuat orang terpesona dan memberikan jawaban atas misteri kehidupan.
Salah satu atraksi terkenal yang terkenal adalah boneka hamil ini. Walaupun dipercaya sebagai cara untuk mengajarkan kepada para bidan untuk membantu proses kelahiran, bukti yang ada menunjukkan juga bahwa boneka ini menarik minat pada penduduk Edo di zaman tersebut sebagai hiburan
Saya membayangkan apabila mainan tersebut diberikan kepada ank anak jaman sekarang,tentu saja kita semua pasti bingung menjawab atau memuaskan rasa keingin tahuan anak anak era globalisasi tersebut.Mungkin dengan perkembangan yang pesat ini mainan boneka hamil mempunyai fungsi pada kuis kuis ilmiah di kelas kedokteran atau mungkin masuk ke dalam pembelajaran sex interaktif yang menggunakan alat peraga seperti boneka hamil dr jepang….

created by ‘donna herlina”

Dari unagi ke Harakiri(mengakhiri hidup gaya jepang)

Ternyata aspek budaya bukan saja melulu persoalan tradisi dan bagaimana sejarah perkembangan klen manusia.Dengan lugas Harakiri adalah salah satu bagian budaya jepang dalam mengekspresikan sebuah kehilangan kehormatan dengan adanya bantuan objek yaitu samurai salah satu benda tajam yang berasal dari jepang.
Orang Jepang terkenal sangat suka makan dan peduli dg budaya. Jika ditanya ttg makanan summer, ktk suhu udara mencapai 35 derajat, maka kebanyakan akan menjawab unagi (belut). Unagi kaya dg vitamin A, makan unagi menjadikan badan yg loyo pd saat panas menyengat, menjadi genki (sehat), bersemangat, seperti halnya unagi yg hidup di sungai2 beraliran deras. Demikian filosofinya. Kebiasaan makan unagi di musim panas sudah dikenal sejak jaman nara (th 700-an), bahkan ada lagu yg tertulis dg apik ttg unagi. Di masa edo (th 1600-1868), tatacara membelah unagi berbeda2 berdasarkan daerah. Orang Kansai (Osaka dan sekitarnya) membelah unagi dari arah perut (hara o saku/hara o kiri), sedangkan orang kanto (Tokyo dan sekitarnya) membelah unagi dari arah punggung (senaka o saku). Mengapa teknik membelah saja dipermasalahkan ? Ternyata ada story-nya.

Orang Osaka adalah para pebisnis. Membelah dari arah perut, diibaratkan seperti membuka hati, ketika berbicara dg rekan pebisnis. Artinya pembicaraan mjd terus terang, kejujuran adalah nomor satu, shg jual beli menjadi lancar. Adapun orang Tokyo, krn sebagian besar adalah samurai (bushi), hara o kiri berarti membelah perut sendiri dg pedang (alias mati). Jadi kata harakiri berasal dari potong memotong belut rupanya. Para samurai sendiri menggunakan istilah seppuku yang artinya sama dg harakiri. Dalam huruf kanjinya, keduanya menggunakan dua karakter kanji yg sama, hanya berlawanan letak.
Salah satu budaya yang masih sering dilakukan oleh orang Jepang yang masih memegang teguh nilai-nilai tradisionalnya adalah harakiri. Harakiri adalah tindakan mengakhiri hidup dengan cara menusukkan belati atau samurai ke perut atau jantung yang dilakukan oleh orang yang merasa telah kehilangan kehormatan akibat melakukan kejahatan, aib, dan/atau mengalami kegagalan dalam menjalankan kewajiban. Bagi mereka, tidak ada gunanya lagi melanjutkan hidup bila sudah kehilangan kehormatan. Budaya ini juga masih terkait erat dengan kesetiaan dan kepatuhan orang Jepang kepada kaisar, dimana kaisar dalam kepercayaan Shinto (agama tradisional yang masih banyak dipeluk oleh masyarakat Jepang) berada di tempat yang sangat disakralkan.

Dalam film Last Samurai kita bisa menyaksikan harakiri yang dilakukan oleh Jenderal Hasegawa (Togo Igawa) akibat malu karena kalah dalam pertempuran melawan pasukan samurai pimpinan Katsumoto (Ken Watanabe). Dengan disaksikan oleh Katsumoto dan pasukannya, Jenderal Hasegawa menghujamkan belati ke jantungnya lalu membiarkan lehernya ditebas dengan samurai oleh Katsumoto (setelah dimintai sebelumnya oleh Hasegawa). Dalam dialognya kemudian dengan Kapten Nathan Algren (Tom Cruise), Katsumoto menyebut permintaan Hasegawa itu sebagai sebuah Kehormatan. Itu di film. Adapun di dunia nyata, kalau tidak salah (berarti benar, ya?), Beberapa tahun lalu tersiar berita tentang seorang pejabat Jepang melakukan harakiri akibat diketahui melakukan korupsi.

Dengan latar belakang alasan yang kurang lebih sama, yaitu rasa malu, akhir April yang lalu di Tegal, Jawa tengah, aksi “harakiri” juga dilakukan oleh bocah 15 tahun bernama Eko Haryanto. Eko merasa malu akibat tidak mampu membayar tunggakan uang sekolah selama sembilan bulan yang per bulannya sebesar Rp. 5000 (!). Sebelumnya, aksi dengan latar belakang yang sama juga dilakukan oleh Bunyamin (17). Bedanya, kalau Bunyamin “sukses” mengakhiri hidupnya, nyawa Eko Haryanto masih bisa diselamatkan (Syukurnya Eko tidak melakukan “harakiri” lagi akibat gagal melakukan “harakiri” sebelumnya).

Kasus upaya bunuh diri terkait masalah biaya pendidikan seperti ini semakin menegaskan betapa sulitnya orang-orang miskin untuk bisa memperoleh pendidikan. Kasus diatas bukan tidak mungkin akan terulang kembali mengingat jumlah anak-anak miskin di Indonesia sekitar 24 juta jiwa. Sebuah potret dramatis pendidikan di panggung kemiskinan struktural sebuah Negara bergelar subur bernama Indonesia.

Menyediakan pendidikan yang layak adalah tanggungjawab negara. Setidaknya itu yang tertuang dalam konstitusi negara. Terkait dengan hal ini, pemerintah telah mencetuskan beberapa langkah. Pertama, membuat ketentuan pengalokasian anggaran sebesar 20 persen dari APBN dan APBD masing-masing daerah untuk pendidikan seperti tertuang dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Kedua, memberikan beasiswa dengan menggunakan dana kompensasi BBM yang sudah beberapa tahun ini berjalan. Dana kompensasi BBM untuk pendidikan tahun 2005 ini misalnya, diputuskan sekitar 9 triliun.

Bagaimanakah hasil dari langkah-langkah yang diambil pemerintah itu? Mengenai pengalokasian anggaran sebesar 20 persen, ketentuan tersebut masih belum terpenuhi. Konstitusi pun akhirnya dilanggar dengan dalih tidak ada dana. Sejumlah daerah memang mengklaim telah mengalokasikan dana sebesar 20 persen dari APBD akan tetapi masih belum sesuai dengan ketentuan yang seharusnya dimana komponen gaji guru dimasukkan di dalamnya. Padahal, komponen gaji guru terlepas dari alokasi 20 persen tersebut. Sementara itu, Untuk dana kompensasi BBM justru banyak salah sasaran. Sebuah SD di Jakarta, misalnya, menggunakan dana kompensasi BBM tersebut justru untuk membeli TV dan AC untuk ruang kepala sekolah yang tidak berkenaan langsung dengan kebutuhan dasar pendidikan. Di Lampung, dana kompensasi BBM justru salah alamat akibatnya malasnya pejabat yang bersangkutan untuk mencari data tentang anak putus sekolah. Belum lagi kebocoran dana yang terjadi dimana-mana alias korupsi dengan modus beraneka ragam dari hulu hingga hilir.

Laporan tim Badan Penelitian dan Pengembangan Depdiknas menyebutkan biaya pendidikan lebih banyak ditanggung masyarakat daripada pemerintah. Porsi biaya pendidikan yang ditanggung orangtua siswa mencapai 53,74 sampai 73,87 persen dari total biaya pendidikan (Kompas (03/05/2005)). Laporan ini menegaskan (sekali lagi) betapa tidak bertanggungjawabnya pemerintah terhadap pendidikan. Anggaran mugkin hanyalah angka-angka yang tidak dapat berbicara. Akan tetapi dari angka-angka tersebut dapat dilihat sebuah itikad, dan pemerintah tidak memiliki itu.

Bagaimanapun juga, kenyataan aksi “harakiri” yang dilakukan oleh Eko dan Bunyamin tak pelak lagi menjadi tamparan keras terhadap ribuan “akan” yang selalu dilontarkan pemerintah. Kenyataan tersebut juga merupakan simbol atas kegagalan pemerintah dalam melaksanakan pendidikan (Atau seorang Eko dan Bunyamin belum cukup signifikan merepresentasikan kegagalan?). Kembali menyinggung kegagalan, jadi yang sepatutnya melakukan harakiri, siapa ya? (Bukan saya yang bilang). Ah, kita kan orang Indonesia?

created by”Donna Herlina”

Pengolahan Sampah di Jepang

sampah tentu saja menjadi salah satu bagian dari konsen para pencinta lingkungan.Termasuk negeri jepang…dengan tingginya tingkat produksi di jepang sampah pun menjadi perhatian khusus bagi para penduduknya dengan mengadakan pengolahan samapah yang di bagi menjai beberapa proses.sampah dipilih lalu di kelompokan sesuai jenisnnya…dan dengan bantuan para pakar aktivis lingkungan jepang mampu membuat pengolahan sampah menjadi lebih mudah.

Di negara Jepang, sampah yang dihasilkan dari aktivitas produksi (ada

beberapa pengecualian) dianggap sebagai sampah industri, dan pengolahannya

diserahkan sebagai tanggung jawab dari pihak yang menghasilkannya. Di luar

sampah industri maka digolongkan sebagai sampah umum, dan secara garis

besar dibagi menjadi sampah umum terkontrol khusus dan sampah selain itu

(sampah rumah tangga, air kotoran).

Oleh karena ‘kualitas’ dan kuantitas sampah yang dihasilkan tidak sama

tergantung negara atau distrik, maka metode pengolahannya pun sudah pasti

berbeda. Dalam kesempatan ini, akan diperkenalkan kondisi perkembangan

pengolahan sampah umum yang dilakukan Jepang, dengan menitikberatkan sisi

hardwarenya.

2. GAMBARAN UMUM TEKNOLOGI PENGOLAHAN SAMPAH JEPANG

Sejak pertengahan abad ke-19, di Jepang, seiring dengan laju

modernisasi konsentrasi populasi khususnya daerah perkotaan berkembang

pesat sehingga kesehatan masyarakat menjadi masalah serius, dan penguburan

sampah mulai dibatasi, di sisi lain pembakaran sampah mulai dianjurkan.

Kemudian, pada tahun 1900 dibentuklah undang-undang pembuangan sampah,

yang menjadikan tugas pengolahan sampah sebagai tanggung jawab pemerintah,

sehingga sejak itu dimulailah era pembakaran. Yaitu diadopsinya model

penguburan residu pembakaran di tempat pembuangan akhir setelah upaya

dengan titik berat pada proses pembakaran sampah yang dari sudut pandang

antisipasi penyakit menular, kesehatan masyarakat, dan pengurangan volume

sampah sangat berarti.

1
Setelah itu, seiring ambang batas polusi yang diperkenankan semakin

diperketat, teknologi terkait (khususnya, dititikberatkan pada fasilitas pengolahan

gas buangan) semakin berkembang.

Sekitar akhir abad ke-20, gas rumah kaca, limbah beracun, zat polutan

mikro, tempat pengolahan akhir, mulai dihubungkan erat dengan pengolahan

sampah. Khususnya, masalah dioksin telah menjadi masalah besar masyarakat.

Terhadap masalah ini, antisipasinya adalah menggiatkan pengembangan dan

penggunaan tungku pelelehan berbahan bakar gas, produksi RDF dan

pengolahan area luas, serta tungku stoker generasi baru, bersamaan dengan

peninjauan ulang teknologi pembakaran konvensional karena dioksin akan terurai

dalam kondisi pembakaran sempurna suhu tinggi.

Selain itu, pengaruh pertumbuhan ekonomi membuat hidup masyarakat

menjadi berkecukupan, yang menjadikan lekat pola hidup produksi massal dan

konsumtif, sehingga jumlah sampah yang dihasilkan semakin membengkak.

Konsekuensinya adalah, semakin menipisnya sisa tahun penampungan di tempat

pembuangan akhir, serta sulitnya mendapatkan lahan tempat pembuangan akhir

yang baru, sehingga jumlah sampah tidak layak bakar membengkak. Atas dasar

itu, dewasa ini daur ulang sampah menjadi barang bermanfaat menjadi orientasi,

karena di samping dapat mengurangi beban tempat pembuangan akhir, juga turut

mengurangi konsumsi sumber daya alam dan meringankan beban lingkungan.

3. TEKNOLOGI PENGOLAHAN SAMPAH BESAR

Untuk mencapai tatanan masyarakat dengan daur ulang sumber daya

alam, perlu pembatasan produksi sampah dengan cara sedapat mungkin mendaur

ulang sampah yang dapat didaur ulang. Teknologi pengolahan sampah besar

2
merupakan teknologi pengolahan awal sebelum memasuki tahap proses

pembakaran, sebagai contoh nyata, sampah besar yang terkumpul dipisahkan

oleh mesin ke dalam kelompok baja, alumunium, barang terbakar, barang tidak

terbakar, dan untuk besi dan alumunium dijual sebagai barang berharga, untuk

barang terbakar diproses pembakaran, sedangkan untuk barang tidak terbakar

ditimbun.

4. TEKNOLOGI PEMBAKARAN (INCINERATION)

(1) Teknologi Pembakaran Stoker

Bagian utama fasilitas pembakaran, terdiri dari fasilitas receiving dan

supply, fasilitas pembakaran, fasilitas pendinginan gas pembakaran, fasilitas

pengolahan gas emisi, fasilitas pembangkit listrik, fasilitas pemanfaatan panas

sisa, fasilitas pengeluaran abu, serta pengolahan air buangan.

Tungku pembakaran yang menjadi jantung fasilitas pembakaran, dari formatnya

dapat dibagi secara gamblang menjadi tipe stoker dan tipe aliran dasar. Tipe

stoker adalah mainstream tungku pembakaran, memiliki sejarah panjang, dan

jumlah fasilitasnya jauh lebih banyak. Dengan stoker yang bergerak ke

depan-belakang sampah diaduk, untuk pengeringan dan pembakaran digunakan

berbagai macam tungku dari tipe kecil hingga ke yang besar. Selain itu, bentuk

tungku pembakaran dapat dibagi menjadi tungku aliran berlawanan, tungku aliran

tengah, dan tungku aliran searah. Bentuk tungku yang digunakan untuk

pembakaran berbeda-beda tergantung karakter sampah yang dijadikan obyek.

Dalam rangka memajukan teknologi proses pembakaran, pengolahan gas

emisi merupakan sarana yang menjamin pengurangan beban lingkungan. Sarana

tersebut mendominasi sekitar separuh dari kapasitas total fasilitas pembakaran,

3
dan proporsi dana konstruksi serta biaya operasional pun besar.

Penanganan dioksin

Dioksin tidak hanya dihasilkan dari pembakaran sampah, tetapi dapat

dihasilkan olehsemua pembakaran. Gas emisi kendaraan, kebakaran hutan, asap

rokok dan dari perkara lain di sekitar kita juga dihasilkan. Selain itu, juga proses

pemutihan bubur kertas pun dihasilkan, dan ada kadangkala dihasilkan sebagai

impurity pada proses produksi senyawa khlorinat organik.

Terjadinya dioksin dalam pembakaran sampah, dapat dikendalikan dengan

penguraian suhu tinggi dioksin atau prehormon melalui pembakaran sempurna

yang stabil. Untuk itu, penting untuk mempertahankan suhu tinggi gas

pembakaran dalam tungku pembakaran, menjaga waktu keberadaan yang cukup

bagi gas pembakaran, serta pengadukan campuran antara gas yang belum

terbakar dan udara dalam gas pembakaran. Kemudian terhadap pencegahan

pembentukan senyawa de novo yang juga merupakan penyebab munculnya

dioksin, pendinginan mendadak serta pengkondisian suhu rendah gas

pembakaran akan efektif.

Selain itu, terhadap debu terbang yang dikumpulkan dengan penghisap

debu yang banyak mengandung dioksin, ada teknologi pemrosesan reduksi

khlorinat dengan panas. Untuk udara atmosfir yang dikembalikan, karena

menggunakan reaksi reduksi khlorinat dengan menukar khlor yang terkandung

dalam dioksin dengan hidrogen, dengan terus memanaskan debu terbang pada

suhu 350 ke atas, 95 dioksin dalam debu dari jumlah totalnya akan terurai. Ini

digunakan sebagai teknologi yang dapat menguraikan dioksin dengan energi input

lebih sedikit dibandingkan dengan peleburan.

4
Pengolahan abu

Karena debu yang dikumpulkan dengan penghisap debu banyak

mengandung logam berat atau dioksin, ditetapkan sebagai sampah umum kontrol

khusus dan diwajibkan atasnya berbagai proses seperti proses sementasi, proses

chelation, ekstraksi asam atau solvent/ netralisasi, peleburan, dan burning.

Di antara ini semua, pada peleburan abu bakaran atau abu terbang

dipanaskan pada suhu 1250 1450 atau lebih dengan menggunakan panas

pembakaran bahan bakar atau energi listrik, san abu dijadika slag. Karena

diproses suhu tinggi, dioksin dalam residu pembakaran pun 99 % ke atas terurai.

Abu yang telah dijadikan slag, selain mengalami penyusutan volume, juga

mengalami netralisasi racun, karena itu pemanfaatan ulang terbuka lebar,

sehingga dapat dipertimbangkan sebagai andil dalam memperpanjang umur

tempat pembuangan akhir.

Pemanfaatan pembangkit listrik dan panas sisa

Uap panas tekanan tinggi yang dihasilkan boiler, dikirim ke turbin uap, dan

turbin melakukan kerja dengan berputar, semakin besar selisih panas anatara inlet

dan outlet semakin besar pula daya listrik yang dibangkitkan oleh kerja turbin uap

per kuantitas uap. Karena itu, improvisasi persyaratan inlet turbin dengan cara

membuat boiler panas dan tekanan tinggi, di samping improvisasi tingkat

kevakuuman pada outlet turbin (tekanan rendah outlet) merupakan jalan untuk

mendapatkan daya listrik tinggi.

Selain itu, sebagai pemanfaatan sisa panas, uap yang dihasilkan boiler

dimanfaatkan secara langsung atau melalui alat penukar panas untuk membuat air

hangat yang itu kemudian digunakan di internal atau eksternal fasilitas.

5
(2) Tungku Pelelehan Berbahan Bakar Gas

Agenda permasalahan tungku pembakaran sampah yang sudah ada

adalah pengurangan beban lingkungan dan penggalakan penarikan barang yang

diperlukan pada proses pengolahan. Pada pertengahan tahun 1970 mulai

pengembangannya dilakukan, sebagai upaya pemecahan masalah tersebut,

dengan memperhatikan penguraian oleh panas. Tetapi, karena sampahnya

mengandung elemen yang kompleks dan kuantitas panas yang dihasilkan rendah,

sulit untuk direalisasikan karena membutuhkan energi pembantu dalam jumlah

besar.

Tetapi, akhir-akhir ini, permasalahan ini memiliki prospek pemecahan

tungku pelelehan berbahan bakar gas dilirik kembali karena kuatnya dorongan

kebutuhan akan pengurangan kuantitas emisi dioksin, serta tuntutan cost down

yang dikeluarkan untuk pelelehan abu mengingat proses pelelehan abu bakaran

sudah menjadi umum. Sebagai formatnya, ada 3 jenis tungku pelelehan berbahan

bakar gas: tipe fluida dasar, tipe kiln, serta tipe tungku shaft. Ada berbagai

karakteristik seperti pengurangan drastis jumlah emisi dioksin dengan

pembakaran suhu tinggi, perampingan fasilitas pengolahan gas emisi dengan

pembakaran rasio udara rendah, serta tidak diperlukannya sumber panas

eksternal karena pemanfaatan panas yang dimiliki sampah untuk pelelehan abu

sampah.

Memang mesin ini memiliki reputasi pengoperasian yang semakin

bertambah, di satu ia dikritisi khususnya karena memerlukan input energi

pembantu, ketidakcocokan dengan sampah kalori rendah, kesulitan penanganan

slag, serta parahnya kerusakan bahan tahan api.

6
(3) Tungku Stoker Generasi Baru

Pada tungku pelelehan berbahan bakar gas terdapat permasalahan

sebagaimana disebutkan di depan, dan konfigurasi sistem pengolahan gas emisi

pun tidak terlalu jauh berbeda dari tungku pembakaran stoker konvensional, tetapi

jika pembakaran suhu tinggi rasio udara rendah dengan tipe tungku stoker

konvensional, dapat dihasilkan efek yang serupa dengan tungku pelelehan

berbahan bakar gas, karena itulah penggunaan tungku stoker generasi baru mulai

dipertimbangkan. Tungku stoker memiliki reputasi nyata, dan reliabilitasnya tinggi.

Selain itu, karena suhu pembakarannya sekitar 1100 , keuntungannya adalah

kerusakan bahan tahan api yang kecil. Dewasa ini, di berbagai perusahaan,

sedang giat diterapkan uji demonstrasi atau uji mesin, dan konsep total tungku

stoker generasi baru, kini bergeser dari pemapanan teknologi, menuju pelemparan

ke pasaran.

Konsep total masing-masing perusahaan mengenai tungku stoker

generasi baru berbeda dalam hal pembakaran suhu tinggi dengan rasio udara

rendah dan pencapaian efisiensi pembakaran tinggi, penurunan konsentrasi

dioksin, pengurangan kunatitas gas emisi, rasio pemanfaatan panas dan

peningkatan efisiensi pembangkit listrik, serta tingkat kebersihan dari debu, dan ke

depan perkembangan ini perlu diamati terus.

(4) Pembuatan RDF dan Pengolahan Wilayah Luas

RDF (Refuse Derived Fuel) adalah bahan bakar yang dibentuk seperti

krayon dengan mencampurkan batu abu ke sampah yang telah dipisahkan dari

sampah tidak terbakar. Dengan melakukan ini, tidak akan membusuk walau

7
disimpan dalam waktu lama, serta sangat praktis untuk pengangkutan. Jika

kualitasnya homogen pembakaran pun stabil. Karena itu, fasilitas pembuatan RDF

dibangun di berbagai tempat, lalu RDF yang dibuat di masing-masing tempat di

wilayah yang luas tersebut diangkut dan dikumpulkan ke satu tempat, sehingga

dapat diadopsi suatu sistem fasilitas pembangkit listrik yang mengelolah RDF

dalam skala besar. Mengingat kasus ini merupakan contoh pengolahan sampah

area luas, untuk meningkatkan nilai komersial sistem secara luas, perlu

memikirkan pembangkit listrik efisiensi tinggi dan biaya operasionalnya ditutupi

oleh hasil penjualan listrik tersebut.

(5) Poin-poin Penting serta Saran Antisipasi untuk Fasilitas Insinerator

Sampah tetap akan dihasilkan karena semaksimal apa pun upaya untuk

3R (Refuse, Reuse, dan Recycle), penurunan kualitas barang tidak bisa dielakkan.

Proses pembakaran sampah yang dapat melakukan daur ulang termal, akhir-akhir

ini menjadi teknologi yang mutlak diperlukan. Tetapi fasilitas pembakaran dengan

beban lingkungan yang rendah serta biaya operasional yang murah selalu menjadi

tuntutan. Sebagai teknologi pembakaran yang dapat bertahan, pengurangan

jumlah emisi dioksin, suplai energi efisiensi tinggi, pengurangan kuantitas produksi

gas efek rumah kaca, seta peringanan lainnya menjadi target sasaran.

5. TEKNOLOGI FERMENTASI METANA

Pada tauhn 2002, di Jepang, telah dicanangkan “biomass – strategi total

Jepang” sebagai kebijakan negara. Sebagai salah satu teknologi pemanfaatan

biomass sumber daya alam dapat diperbaharui yang dikembangkan di bawah

moto bendera ini, dikenal teknologi fermentasi gas metana. Sampah dapur serta

8
air seni, serta isi septic tank diolah dengan fermentasi gas metana dan diambil

biomassnya untuk menghasilkan listrik, lebih lanjut panas yang ditimbulkan juga

turut dimanfaatkan. Sedangkan residunya dapat digunakan untuk pembuatan

kompos.

Karena sampah dapur mengandung air 70 – 80 %, sebelum dibakar,

kandungan air tersebut perlu diuapkan. Di sini, dengan pembagian berdasarkan

sumber penghasil sampah dapur serta fermentasi gas metana, dapat dihasilkan

sumber energi baru dan ditingkatkan efisiensi termal secara total.

6. TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR

(1) Jenis serta Struktur Tempat Pembuangan Akhir

Untuk tempat pembuangan akhir, metode penempatannya diatur menurut

undang-undang pengolahan sampah, dan dibagi menjadi tempat pembuangan tipe

aman, tempat pembuangan terkontrol, tempat pembuangan terisolasi. Mengenai

penerimaan sampah umum ditangani oleh tempat pembuangan terkontrol.

Penimbunan memanfaatkan reaksi penguraian senyawa organik oleh

mikroba yang hidup di dalam tanah. Karena pada saat penimbunan akan

dihasilkan gas dapat terbakar seperti gas metana, disiapkan tabung tahan gas

untuk mencegah terjadinya kebakaran atau ledakan.

(2) Teknologi Pengolahan Air Rembesan

Pada saat dilakukan penimbunan, kualitas air rembesan (lindih) sangat

dipengaruhi oleh karakteristik sampah yang ditimbun, skala tanah timbunan,

kedalamannya, kondisi iklim, konstruksi timbunan dan sebagainya. Memang ini

merupakan pengolahan yang disesuaikan dengan standar kapasitas buangan

9
yang mengikuti lokasi, tetapi proses awal/ penyesuaian, proses biologi dan proses

kimiawi menjadi bagian utama dalam pengolahan lindih yang dihasilkan, yang

setelah diolah dikirim ke lokasi penimbunan.

7. PENUTUP

Teknologi pengolahan sampah telah diperkenalkan dengan

menitikberatkan pada teknologi pembakaran yang paling banyak diadopsi.

Teknologi pengolahan sampah, merupakan teknologi yang keberadaannya

dirasakan mutlak untuk menjaga agar lingkungan hidup lebih baik, dengan

mengolah sampah yang dihasilkan dari rumah tangga serta dari aktivitas industri.

Rencana ke depan, ingin mengembangkan teknologi pengolahan sampah

yang dengan itu dapat menekan konsumsi sumber daya alam serta meringankan

beban lingkungan.

Sekian.

10
Kebersihan mungkin adalah suatu kata yang hampir bosan kita dengar karena sudah didengungkan ke telinga kita sejak masih kecil hingga usia dewasa. Kebersihan seakan jadi mimpi tak berwujud bagi sebagian penduduk Indonesia. Suatu kata yang begitu indah didengar tetapi begitu sulit diwujudkan. Bahkan kota yang mempunyai jargon “kota bersih” di embel-embel namanya juga tidak lepas dari sampah berserakan. Bagi sebagian orang, membuang sampah adalah membuang sampah dalam arti yang sebenar-benarnya, dibuang begitu saja tanpa peduli lagi dengan dampaknya ke lingkungan sekitar, yang penting sampah itu jauh darinya.

Persoalan sampah mungkin menjadi masalah tanpa solusi bagi negara-negara berkembang, namun tidak bagi negara maju. Di Jepang persoalan sampah mendapat perhatian serius pemerintah dengan menerapkan aturan yang ketat dalam hal pembuangan sampah. Menurut beberapa sumber, pada era 1960-an kondisi kota Tokyo tidak jauh beda dengan kondisi kota-kota di Indonesia dengan sampah yang berserakan. Namun jangan pernah membayangkan hal yang sama terjadi di era sekarang. Mungkin banyak di antara anda pengunjung blog ini, yang begitu tercengang melihat kebersihan lingkungan di Jepang, manakala melihat beberapa tayangan foto yang saya tampilkan di halaman ” Japan Corner” blog ini. Sampah berserakan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari pemandangan harian beberapa sudut kota di Indonesia bukanlah pemandangan yang mudah dijumpai di Jepang atau boleh dibilang hampir mustahil ditemukan karena saking bersihnya.

Sebagai bagian dari keseharian anda di Jepang, memahami tentang aturan membuang sampah adalah hal yang harus anda lakukan sejak hari pertama anda menginjakkan kaki anda di negera matahari terbit ini. Tiap-tiap daerah di Jepang mempunyai aturan yang sedikit berbeda satu sama lain, tergantung Tempat Pengolahan Sampah terpadu yang tersedia di daerah tersebut. Namun secara umum cara pemisahan sampah di Jepang dapat dilihat seperti ditunjukkan dalam gambar berikut

created by donna herlina 14/12-09

Japanese High School Life

Sebagian besar sekolah menengah di Jepang memberlakukan peraturan untuk memakai seragam. Umumnya, seragam pelajar putri di Jepang adalah model sailor dengan warna biru laut dan putih. Para pelajar putri pada umumnya akan menggulung bagian pinggang roknya keatas untuk membuatnya semini mungkin walaupun kurang nyaman. Dewasa ini sudah banyak seragam untuk pelajar putri dengan rok yang lebih pendek, namun biasanya model kemeja putih, kaus kaki putih, kardigan atau blazer biasanya tetap tak berubah.
Subjek pelajaran di sekolah menengah Jepang sehari-hari diantara lain Bahasa Jepang, Bahasa Inggris, pelajaran sosial, sains dan olahraga. Mereka juga mengambil mata pelajaran seni, teknologi dan ekonomi rumah tangga paling sedikit seminggu sekali.
Klub-klub ekstrakurikuler yang diadakan sepulang sekolah membuat para murid berada di sekolah lebih lama. Buraband (band) adalah ekstrakurikuler yang paling populer di kalangan pelajar Jepang. Sebelum mengikuti klub ekstrakurikuler, para murid berpartisipasi membersihkan ruang kelas mereka masing-masing dalam grup-grup, sama seperti pelajar di Indonesia.
Para pelajar Jepang biasa bersosialisasi dalam grup-grup terpisah. Walaupun di sekolah campuran putra dan putri, sosialisasi antara pelajar putra dan putri agak tidak biasa di jam-jam sekolah. Biasanya mereka bersosialisasi setelah jam sekolah dan saat akhir minggu.
Pelajar-pelajar Jepang juga menyukai segala hal yang berbau Amerika, terutama film-filmnya, fashion, dan musik. Sama seperti remaja-remaja di berbagai belahan dunia, internet dan telepon seluler memegang peranan penting di keseharian mereka.

TSUCHINOKO-ツチノコ, Ular Legendris Dari Jepang

Inilah wujud makhluk yang bernama tsuchinoko (ツチノコ)
^____^ V

tsuchinoko
7361405
tsuchinoko6tr
tsuchinoko_4

Tsuchinoko (ツチノコ ?) adalah hewan yang dilaporkan ada di Jepang tapi belum pernah bisa dibuktikan (cryptid). Bentuknya seperti ular namun berperut gendut mirip botol atau pin boling dengan ekor yang kecil mirip ekor tikus. Hewan ini dilaporkan pernah “dilihat” saksi mata di berbagai tempat di Jepang, kecuali di Hokkaido dan Kepulauan Ryukyu. Hingga kini, tsuchinoko belum pernah berhasil ditangkap orang karena saksi mata menjadi takut, atau hewan ini lebih dulu melarikan diri.

Nama “Tsuchinoko” berasal dari nama lokal untuk “hewan” ini menurut penduduk daerah Kansai (Kyoto, Mie, Nara, dan Shikoku). Di daerah Kanto, penduduk menyebutnya sebagai bachihebi. Beberapa pemerintah daerah di Jepang menawarkan hadiah uang dalam jumlah besar bagi orang yang berhasil menangkap tsuchinoko. Hadiah uang sebesar 100 juta yen pernah ditawarkan kota Itoigawa, Prefektur Niigata.

Pemerian

Saksi mata yang mengaku pernah “melihat” tsuchinoko melaporkan ciri fisik dan tingkah laku sebagai berikut:

* Dibandingkan dengan ular biasa, bagian perut sedikit agak gendut
* Kuat meloncat hingga sekitar 1 meter
* Suka minum sake
* Bisa berbunyi “chii”
* Bergerak dengan sangat cepat
* Cara bergerak seperti ulat atau menggulung diri sambil menggigit bagian ekor dan berputar bagaikan roda
* Dari mulut menyemburkan api.

Sejarah

* Alat-alat dari batu berbentuk ular yang mirip tsuchinoko ditemukan dari situs arkeologi zaman Jomon di Hida, Prefektur Gifu. Gambar yang mirip tsuchinoko juga ditemukan pada bagian luar tembikar berbentuk guci yang berasal dari situs arkeologi di Prefektur Nagano.
* Tsuchinoko dijelaskan sebagai dewa padang rumput dalam literatur klasik Kojiki yang ditulis pada abad ke-8.
* Dalam ensiklopedia Wakan Sansai Zue asal zaman Edo, tsuchinoko ditulis dalam artikel berjudul Nozuchihebi (野槌蛇 ?, ular palu ladang).

Penjelasan yang masuk akal

Kemungkinan besar, orang hanya salah melihat saja. Perut ular yang baru saja menelan mangsa berukuran besar akan membesar seperti sosok tsuchinoko yang dilaporkan saksi mata. Selain itu, tsuchinoko mirip dengan kadal genus Tiliqua yang masuk ke Jepang sebagai hewan peliharaan sejak sekitar tahun 1970-an. Kadal tersebut memiliki kaki yang kecil dan hampir tidak terlihat, sehingga di tengah kerimbunan dapat disangka sebagai tsuchinoko.

Referensi

1. ^ “”Tsuchinoko hokaku ni 1 oku en”, Itoigawa de sankasha boshū (“ツチノコ捕獲に1億円”、糸魚川で参加者募集)”, Daily Yomiuri, 14 Mei 2007. Diakses pada 9 Maret 2008.

Ada 3 pendapat yang berbeda mengenai cara bergerak Tsuchinoko:

1. Tsuchinoko berjalan dengan menggigit buntut nha lalu berputar menggelinding kan tubuh nya
taipu1

2. Tsuchinoko berjalan seperti ulat
taipu2

3. Tsuchinoko berjalan dengan menggoyangkan tubuh nya ke kiri dan kanantaipu3

berikut ini beberapa barang-barang dalam bentuk Tsuchinoko :

dalam bentuk origami..
742b38d05904436a1ed4bcf7398dbfd2

dalam bentuk mainan…
20639744
p1
.tsuchinoko i love u
020913

dalam bentuk gantungan handphone…
tuchinokosts01

created by: ratu neysa